Yusril Sarankan; Kedepannya Jika Partai Itu Sudah Punya Pendirian Tersendiri, Lebih Baik Tidak Usah Buka Peluang Ke Semua Orang, 'Buat Kecewa'

oleh -44 views
Yusril (Net)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra berpendapat keputusan
PDIP yang tetap memilih petahana Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful
Hidayat sebagai balon kepala daerah pada pilkada DKI 2017 memberikan
harapan semu kepada calon-calon lain.
“Karena fit and proper test yang dilakukan tak berdampak
pada keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang tetap
menjagokan keduanya,” kata Yusril menanggapi keputusan PDI Perjuangan
yang mendukung Ahok dan Djarot, di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

“Saya menghormati apa yang telah diputuskan oleh PDI-Perjuangan
karena semua itu sudah melalui mekanisme yang ada didalamnya. Kami
ucapkan selamat kepada keduanya. Kami sudah membaca hasil yang didapat
ini,” katanya lagi.
Menurut dia, meski beberapa waktu lalu PDI-Perjuangan membuka
pendaftaran calon Gubernur DKI, namun itu tak berdampak apapun karena
hasil yang didapatkan bukanlah yang dihasilkan dari penjaringan yang
dilakukan selama ini.
“Kami sudah sama-sama maklum. Walaupun dilakukan penjaringan dan
seleksi, pada akhirnya ibu Megawati juga yang mengambil keputusan,” ujar
Yusril.
Menurut dia, meski keduanya tak mengikuti ‘fit and proper tes’,
pihaknya sangat menghormati langkah itu karena tetap saja yang dipilih
itu merupakan orang-orang yang ada di lingkarannya.
“Barang kali setelah diputuskan, Pak Ahok akan jadi kader PDI-Perjuangan,” tutur mantan menteri Hukum dan HAM ini.
Oleh karena itu, Yusril berpesan, dimasa yang akan datang, lebih baik
partai yang sudah punya pendirian tak usah membuka peluang bagi orang
lain lantaran akan membuat kecewa calon-calon yang ikut mendaftar.
“Saran saya, ke depan kalau partai itu sudah punya pendirian, lebih baik tidak usah buka peluang ke semua orang,” katanya.
Berita Terkait; Sikapi Putusan PDIP Usung Ahok, Enam Parpol Yang Tergabung Dalam Koalisi Kekeluargaan Langsung Menggelar Rapat Tertutup
Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan mengumumkan pasangan Basuki Tjahaja
Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sebagai bakal calon
gubernur dan bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta pada pilkada
serentak 2017.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan mengumumkan nama pasangan
tersebut di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa 
(20/9/2016) malam.
Menurut Hasto, PDI Perjuangan mempersiapkan pasangan calon kepala
daerah secara sungguh-sungguh, antara lain dengan melakukan sekolah bagi
para calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah.
 
“Pasangan kepala daerah merupakan alat kekuatan politik untuk menyerap aspirasi wong cilik,” katanya.
Hasto menambahkan PDI Perjuangan mengusung pasangan calon kepala
daerah, di seluruh daerah yang menyelenggarakan pilkada serentak yakni
di 101 daerah.
“Ini makna keserentakan pilkada, sebagai wujud demokrasi,” katanya. (*).
Sumber, Antara

No More Posts Available.

No more pages to load.