Waspadai Migrain Picu Penyakit Kritis, Kok Bisa?

oleh -
Waspadai Migrain Picu Penyakit Kritis, Kok Bisa?

Roda Duniawi –  Memiliki riwayat migrain ada ketakutan tersendiri terserang stroke, #amitamit. Membayangkannya saja bikin ngeri. Apalagi kalau migrain kambuh, bikin saya tidak bisa beraktivitas dan hanya tidur seharian di rumah. Penyakit ini sudah saya rasakan sejak duduk di bangku SMP. Ketika kambuh kepala begitu sakit, penglihatan kabur, mual, dan paling menyakitkan adalah selalu ingin membantingnya ketembok. Perlu sekali memproteksi diri sendiri, supaya di masa depan tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Memiliki asuransi Flexi Critical Illness dari Astra Life bisa menjadi pilihan.
Waspadai penyakit migrain
Benarkan migrain bisa picu penyakit kritis? Baca di artikel dokter.id bahwa dalam sebuah penelitian menemukan adanya hubungan migrain dan stroke, dimana usia lanjut yang menderita migrain memiliki risiko 2 kali lebih tinggi untuk mengalami stroke tersembunyi. Dimana stroke tersembunyi ini merupakan suatu cedera otak yang tidak bergejala  yang disebabkan oleh adanya pembekuan darah, sehingga menyebabkan gangguan aliran darah yang menuju ke otak. Biarpun ada hubungan antara migrain dan stroke, tetap saja kita harus waspada. Lebih baik mencegahkan?
Bahkan bersumber dari www.kompas.com penderita migrain lebih mungkin mengidap beberapa kondisi kesehatan serius, seperti depresi, parkinson, penyakit jantung dan stroke. Selain itu dari sumber yang sama, ada sebuah studi Neurologi menghubungkan migrain dengan peningkatan risiko baik penyakit jantung dan stroke. Penyakit kritis itu tidak bisa dianggap enteng, jadi ingat dengan materi workshop yang pernah diikuti, dimana menurut WHO (World Health Organization) di tahun 2014 ada 3 penyakit kritis yang menjadi penyebab kematian di Indonesia, dari Jantung, Stroke dan kanker. Ada yang penyakit turunan, bahkan ada juga yang diakibatkan gaya hidup yang tidak sehat. Ada rasa takut? 

Jangan anggap sepele migrain (ilustrasi gambar by Canva)
Tentu saja, siapa yang tidak takut terkena penyakit kritis, apalagi stroke. Saya masih muda, masih ingin melihat anak-anak dewasa dan menikmati hari tua dengan bahagia. Pas baca artikel di hallosehat.com, dalam kasus jarang terjadi, migrain menyebabkan stroke. Dalam teori yang dikutip dari WebMD, kalau kerusakan sel yang melapisi pembuluh darah bisa menyebabkan sakit kepala yang tak tertahankan. Dalam penelitian menyimpulkan kalau migrain bisa menyebabkan ada peradangan pada arteri. Ini bisa menyebabkan darah menggumpal dan membeku lebih mudah, sehingga kedua hal tersebut bisa meningkatkan risiko terserang stroke. Nahkan, makin perlu waspadai penyakit migrain.
Pernah banget memikirkan hidup saya tidak akan berguna lagi, ketika migrain kambuh, dada terasa sesak, pengen ke kamar mandi malah terjatuh, hingga kaki susah digerakan, leher mulai kaku, dan di rumah hanya ada Dimas, anak kedua saya yang masih berusia 4 tahun. Dia yang masih kecil hanya bisa nangis. Untungnya anak ini adalah anak digital, ketika disuruh telpon ayahnya di kantor dia langsung ambil dan memencet nomor yang saya sebutkan. Malah dia yang nangis “papa, mama atuh, papa puyang”. Ga lama papanya pulang, dan melakukan pertolongan. Sempat takut saya tidak bisa jalan, tidak bisa mengurus anak dan suami. Alhamdulillah Allah SWT maha baik, hanya terkilir dan ikut beberapa terapi sudah bisa sembuh.
Migrain selalu kambuh tanpa mengenal tempat dan waktu (dokumen pribadi)
Saya perlu banget mewaspadai penyakit migrain, #amitamit, gamau sampai terkena penyakit kritis. Maka dari itu, saya mengubah pola hidup, supaya migrain pun tidak sering kambuh, seperti:

  • Datang ke dokter untuk konsultasi.
  • Istirahat cukup dan tidak stress.
  • Konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah.
  • Kurangi makanan berlemak dan minuman bersoda.
  • Aktif bergerak dan turunkan berat badan.
  • Memiliki asuransi.

Memiliki asuransi penyakit kritis dari Astra Life




Memproteksi diri sendiri perlu banget, apalagi mewaspadai penyakit yang sering kambuh. Membayangkan penyakit stroke ada rasa takut tersendiri. Saya sudah punya asuransi jiwa dan kesehatan, tapi saya pun butuh memiliki asuransi penyakit kritis. Mengapa? Karena penyakit kritis atau critical illness merupakan penyakit yang menyebabkan kritis, kronis atau stadium lanjut, sehingga dapat dikatakan tidak dapat atau memiliki harapan kecil bagi penderitanya untuk kembali pulih. Apalagi mengingat penyakit kritis seperti jantung, stroke dan kanker adalah penyebab kematian di Indonesia. 
Ga mau menjadi salah satu penderita penyakit kritis, maka perlu sekali memiliki asuransi penyakit kritis. Dan akhirnya saya menemukan pilihan tepat nih yakni Asuransi Flexi Critical Ilness  dari Astra Life. Selain itu, Astra Life juga memiliki produk lain yang memiliki manfaat yang sangat besar juga yaitu Flexi Life,asuransi jiwa murni yang  uang pertanggungan dan preminya bisa ditentukan oleh nasabahnya sendiri, yang memiliki kelebihan:

  1. Satu polis seumur hidup.
  2. Cukup bayar sesuai risiko saat ini atau usia saat mendaftar. Misalnya, usia muda biasanya memiliki risiko lebih kecil dibanding dengan orang berusia tua. Sehingga premi bisa dibayar lebih murah sesuai dengan risiko hidup setiap tahunnya. Polis bisa otomatis diperpanjang hingga usia 85 tahun.
  3. Dapat mengubah premi dengan mudah secara online sesuai kebutuhan dan kemampuan, misal bulan ini 500.000, bulan depan bisa menurunkan jadi 200.000.
  4. Pembayaran premi dapat dilakukan secara per bulan, per 3 bulan, per 6 bulan, dan per tahun. Jika memilih pembayaran per tahun, bisa mendapat potongan 2 bulan lebih hemat. Jadi cukup membayar 10 bulan, sudah dapat perlindungan hingga 12 bulan.
  5.  Perlindungan hingga 5 miliar tanpa perlu repot cek medis.
  6. Tanpa biaya komisi.
  7.  Jangka waktu produk adalah 1 tahun.


Flexi Critical Illness dari Astra Life menjadi asuransi yang sesuai kebutuhan dan bisa diatur sendiri dengan perlindungan atas 3+1 penyakit kritis seperti stroke, jantung, kanker tahap lanjut dan kanker tahap awal dengan perlindungan hingga 2 miliar tanpa perlu repot-repot cek medis. Flexi Critical Illness Protection memberikan perlindungan atas penyakit kritis utama yang paling banyak terjadi atau dialami penduduk Indonesia yakni stroke, jantung dan kanker. 


Dengan harga premi yang terjangkau dan besar nilai perlindungannya, bahkan bisa atur sendiri secara online dengan sangat mudah. Memiliki asuransi Flexi Critical Illness bermanfaat untuk membantu mempersiapkan dana pengobatan, jika kamu atau tertanggung tambahan (anak) terdiagnosa penyakit kanker tahap awal dan kanker tahap lanjut, stroke, atau serangan jantung tahap lanjut. 

Ilustrasi – Photo by Canva
Melihat manfaatnya, produk Flexi Critical Illness ini dapat dibeli sesuai kebutuhan, dimana asuransi bisa bersifat stand alone, bisa mengcover 3+1 jenis penyakit kritis dan komitmen 1 tahun. Adapun keunggulan Flexi Critical Illness ini adalah sebagai berikut:

  • Perlindungan untuk penyakit kritis utama yang sering terjadi di Indonesia, seperti stroke, jantung dan kanker.
  • 50% uang pertanggungan akan dibayarkan saat terdiagnosa kanker tahap awal, membantu kamu dan keluarga memiliki dana untuk pengobatan dan melawan kanker.
  • Selain menjadi pilihan tepat, Flexi Critical Illness menjadi asuransi penyakit kritis yang sangat fleksibel.
  • Nilai perlindungan hingga 2 miliar, tanpa perlu repot-repot cek medis dan 100% transaksi bisa dilakukan dengan sangat mudah secara online.
  • Lebih murah dari harga segelas kopi per hari, Premi efisien karena dihitung berdasarkan risiko setiap tahun saja.
  • Komitmen tahunan dan otomatis diperpanjang sesuai kebutuhan hingga usia 85 tahun. Tidak perlu repot mendaftar ulang setiap tahunnya.

Cara mudah membeli asuransi Flexi Critical Illness



Mengingat bahayanya penyakit kritis, memiliki asuransi penyakit kritis sangatlah penting, termasuk diri saya sendiri. Dimana penyakit migrain yang selalu kambuh harus terus diwaspadai. Ga bisa hanya dengan minum obat saja, tentu butuh mengubah pola hidup sehat dan memproteksi diri sendiri dengan asuransi. Habis browsing banyak, mulai penasaran tuh, dengan asuransi penyakit kritis yang memang dibutuhkan, maka dari itu, saya mencoba untuk membeli produk asuransi dari Astra Life.


Adapun cara mudah membeli asuransi Flexi Critical Illness, adalah sebagai berikut:

  1. Buka website https://ilovelife.co.id/ dan klik “lihat detail”.
  2. Setelah itu klik “cek sekarang”, isi jenis kelamin dan usia. Setelah itu “Daftar Sekarang”.
  3. Klik “Ayo Mulai”, dan isi pertanyaan dengan jawab ya/tidak.
  4. Setelah itu lengkapi data dan tentukan uang pertanggungan, kemudian  pilih frekuensi pembayaran  yang diinginkan dan ambil.
  5. Isi data diri seperti nama lengkap, no KTP, email, alamat rumah dan no handphone. Kemudian klik lanjut untuk mengisi penerima manfaat, misal anak, adik atau suami.
  6. Setelah data dilengkapi, jangan lupa untuk cek semua data, dan klik saya setuju. Nanti akan diarahkan ke pilihan metode pembayaran. Ada banyak pilihan kok, sehingga ini sangat memudahkan.
  7. Setelah pembayaran selesai deh.


Register asuransi Flexi Critical Illness ini sangat memudahkan sekali, dan hanya butuh waktu 5 menit saja. Nanti akan ada email masuk untuk memprosesnya. Dengan begini jadi tenang nih, karena sudah memiliki proteksi diri. Pas tadi cek, saya bayar premi tahunan hanya 118.000, ini tuh ramah di dompet banget, tapi perlindungannya maksimal. Sekarang tinggal mengubah pola hidup sehat dan jangan lupa olah raga. Supaya bisa mewujudkan hari tua yang bahagia.

Buat yang pengen beli asuransi Flexi Critical Illness bisa banget pake kode referall BLOGLISWANTI11. (**)



No More Posts Available.

No more pages to load.