Warga Protes Atas Pelaksanaan Pembangunan Gardu Induk Listrik

oleh -

                                          Foto Masa Aksi RIC Dihalaman Gedung PT.PLN WS2JB

PALEMBANG, SriwijayAktual.com-  Puluhan masa  dari Rajawali Independen
Center (RIC) menggruduk aksi unjuk rasa di Gedung PT.PLN WS2JB dan DPRD
Kota Palembang, Selasa (3/5/2016), perihal pembangunan Gardu Induk (GI)
Listrik di Jalan  Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang.

 
   Dalam orasinya,  Koordinator lapangan, Avir Firdaus,  mengatakan,
mengatakan, bahwa akibat apatis terhadap lingkungan sekitar, 
pembangunan gardu induk listrik di Jalan Tanjung Barangan hancur
dilewati tronton yang bermuatan pipa beton dll.  Sehingga susah dilewati
kendaraan roda 2, bahkan berjalan kaki dalam beraktivitas sehari-hari.

 
   “Pipa PDAM yang ada dijalan Tanjung Barangan  hancur pecah  karena
akibat lindasan kendaraan traktor atau alat berat melintas membawa pipa
beton dijalan tersebut. Selain itu akibat pipa PDAM yang pecah warga
sekitar tidak dapat mandi dll”ujarnya.
    Tambahnya  Avir, 
Sebelumnya, pengunjukrasa sudah memberitahukan atau menegur kepada
pelaksana pekerjanya untuk memperdulikan lingkungan sekitar, namun
diabaikannya.

Artikel Menarik Lainya!:   Puding Coklat Lapis Biskuit

    Sementara itu, orasinya koordinator aksi,  Sukma
Hidayat, mengatakan,  mendesak PT.PLN WS2JB dan pelaksana pembangunan
gardu induk jaringan listrik harus bertanggung jawab terhadap kerusakan
jalan Tanjung Barangan Kecamatan Ilir Barat I (IBI) Kota Palembang.
     
“Mendesak GM PT.PLN W2SJB untuk mundur dari jabatanya apabila tidak
mampu dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan jalan Tanjung Barangan
Kecamatan IB 1″ujarnya.
Selain itu,  meminta DPRD Kota Palembang
untuk memanggil GM PT.PLN WS2JB dan mengusulkan pembangunan jalan
Tanjung Barangan Kecamatan IB 1″tutupnya. 

Menanggapi
pengunjukrasa, Deputi Meneger Hukum dan Humas PT.PLN WS2JB,  Lilik
Hendro  Purnomo, mengatakan, PT.PLN WS2JB mempunyai atau  ada LSM
Gatering atau Media Gatering untuk persamaan presepsi dalam aktivitas
kegiatan PLN. Sehingga tidak terjadi Miss Comunications terhadap
aktivitas pembangunan yang dilakukan PT.PLN seperti ini”katanya.
     
“Pembangunan Gardu Induk listrik itu, adalah  upaya penerangan dalam
pembangunan kota Palembang, terkhusus persiapan Asian Games 2018.
Akan segera mengkomunikasikan kepada Unit Pembangunan III PLN sebagai
pelaksananya, untuk ditindaklanjutinya,  melaksanakan solusinya terbaik
untuk warga sekitar”tandasnya Lilik.
 
Sementara itu, secara
terpisah, menanggapi pengunjukrasa, Wakil  Komisi II DPRD Kota
Palembang,  H.Syahril Edi, mengatakan, Bahwa Komisi II  membidangi
disribusi pajak dan BUMD, 2 fungsi Bugjeting atau alokasi anggaran dan
pengawasan.
  “Apabila untuk mencopot GM PT.PLN WS2JB itu hak institusi, pihak DPRD Palembang tidak berwenang”katanya.

Artikel Menarik Lainya!:   Masirah Al Kubra Meluruskan Kesesatan Penyelenggara Negara

Kedepannya, akan segera meninjau kelapangan dan  memanggil pihak PLN
untuk melakukan pembahasan penyelesaianya bersama DPRD Palembang,
sehingga tidak berdampak buruk bagi warga sekitar”tandasnya Syahril.
(Art).