Warga Jakarta Utara Tuntut Ahok Dinonaktifkan

oleh -

JAKARTA, SriiwijayaAktual.com  –  Ratusan orang  yang tergabung  dalam Aliansi Masyarakat
Jakarta Utara berunjuk rasa di depan DPRD DKI Jakarta seusai shalat
Jumat. Mereka menuntut agar DPRD segera menonaktifkan Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Mereka bahkan sempat mendesak Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhamad
Taufik yang menerima kedatangan mereka untuk menandatangani pernyataan
yang berisi kejelasan pemecatan terhadap Ahok. Mereka juga meminta DPRD
mengadakan rapat terbuka dengan mengundang masyarakat yang diagendakan
untuk memecat Ahok.

Koordinator demonstrasi, Jamran, menilai Ahok layak dinonaktifkan.
“Kami pakai jalur politik dan konstitusi,” kata dia di Gedung DPRD DKI
Jakarta, Jumat, (20/5//2016).

Jamran mendesak DPRD segera memanggil Ahok dan menonaktifkan ia dari
jabatannya. Dia  meminta ketegasan DPRD untuk mendesak Ahok mundur.
Dalam sepekan ini, Jamran memberikan waktu agar DPRD menggelar audiensi
dengan gubernur. “Kalau tidak terlaksana, kami akan menggelar aksi
ketiga,” kata dia.

Menurut Jamran, beberapa kebijakan yang tidak prorakyat dari Ahok
adalah penggusuran di beberapa wilayah permukiman seperti Kampung Pulo,
Kalijodo, Pasar Ikan dan Kampung Akuarium tanpa peri kemanusiaan.
Pembelian lahan RS Sumber Waras juga disebut sebagai bukti bahwa Ahok
telah bertindak korupsi dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan yang
menyebut ada kerugian negara Rp 173 miliar.

Selain itu, perizinan proyek reklamasi pun banyak menyalahi aturan.
Jamran mengatakan reklamasi merugikan masyarakat nelayan pesisir Teluk
Jakarta.

Taufik, yang menerima sekitar 30 perwakilan aliansi tersebut, menilai
langkah pengunjuk rasa sudah sesuai kaidah, yaitu mendatangi Gedung
Dewan. Ia pun mengaku paham atas semua aspirasi yang disampaikan kepada
DPRD. “Saya berjanji apa yang Saudara sampaikan menjadi bahan saya untuk
saya sampaikan ke teman-teman DPRD,” ungkapnya. (Kamarberita/Redaksi)

No More Posts Available.

No more pages to load.