Warga Desa Teluk Kijing, Gruduk Aksi Unjuk Rasa di Kantor Dinas Perkebunan Kab.Muba

oleh -

Ket/Foto; Sejumlah warga Desa Teluk Kijing I, Kecamatan Lais, Muba membentangkan kertas kanton sebagai aksi unjukrasa terkait janji kemitraan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Unit Betung yang sampai kini itidak ada kepastian, Rabu (25/5).



SEKAYU-MUBA, SriwijayaAktual.com – Puluhan warga Desa Teluk Kijing I, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berunjuk rasa dengan mendatangi Kantor Dinas Perkebunan setempat, Rabu (25/5/2016).
Kedatangan mereka mempertanyakan komitmen manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Unit Betung, terkait proposal kemitraan yang sampai kini tidak ada kepastian. Padahal persoalan itu pernah dibahas pada 2014 lalu.
“Sudah empat tahun, cuma rapat dan rapat yang dilakukan. Sekarang kami meminta kepastian atas lahan kompensasi yang telah digarap oleh perusahaan,’’ ungkap Makwa Asri,  warga Teluk Kijing I saat rapat terbuka di ruang Kadis Perkebunan, Rabu (25/5).
Makwa menjelaskan masyarakat ingin menuntaskan permasalahan pada kelompok 34 (ladang 40), karena berdasarkan kesepakatan pada Desember 2014, saat rapat dengan Asisten I Setda Muba, disepakati 80 persen kelompok 34 ikut kemitraan dengan perusahaan, selebihnya menempuh jalur hukum.
Keputusan itu dipertegas kembali  dengan surat keputusan Bupati pada September 2015, namun sampai sekarang kemitraan bantuan sapi tersebut tidak direalisasikan oleh perusahaan.
“Kami tidak tahu persyaratan apa yang diminta perusahaan. Yang pasti  kami bukan minta kredit, tapi ini kesepakatan waktu into. Jadi kami tidak mau bertele-tele,’’ tegas Makwa didampingi Ketua LSM Amunisi, Azmi.

Ket/Foto; Pejabat Dinas Perkebunan Muba, manajemen PTPN VII, dan warga melakukan dialog terkait persoalan kemitraan dengan perusahaan, Rabu (25/5).

Sementara itu, Oki Dimas Saputra, Humas PTPN VII mengaku, pihak perusahaan sudah menerima proposal kemitraan, namun ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi warga.
Sedangkan Kepala Dinas Perkebunan Muba Drs. Iskandar Syahrianto MH meminta waktu beberapa hari untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Saya akan komunikasikan dengan perusahaan dahulu, apalagi sudah ada surat bupati. Jadi, Senin nanti sudah ada jawabannya, harap bersabar,” jelasnya. (Sumselupdate/Admin)

No More Posts Available.

No more pages to load.