WaOW … Mantan "Karyawan" Teman Ahok Mengaku Curang dalam Kumpulkan KTP

oleh -

(Foto/Ist)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Lima karyawan Teman Ahok
buka-bukaan soal prosedur pengumpulan KTP untuk Gubernue DKI Jakarta,
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mereka merasa bertanggung jawab atas
kebusukan cara kerja Teman Ahok dalam mengejar target satu juta KTP
untuk Ahok.
Selain itu, kelimanya juga terganggu dengan munculnya pemberitaan
aliran dana Rp 30 miliar ke rekening Teman Ahok. “Saya ini agak
terganggu dengan pemberitaan juga ada (dana korupsi). Kalau begitu saya
bagian dari pada konspirasi teman Ahok,” kata salah satu eks Teman Ahok,
Ricard Sukarno di Kafe Dua Nyonya, Jalan Cikini Raya No 24, Jakarta
Pusat, Rabu (22/6/2016).
Ricard direkrut Teman Ahok dengan surat tugas
pengumpulan KTP untuk Ahok maju melalui jalur independen. Hingga ini,
identitas mereka masih tercantum dalam situs resmi Teman Ahok, www.temanahok.com.

Dari
awal, ia mengaku mencium ketidakberesan dalam pengumpulan KTP tersebut.
“Dari awal saya sudah curiga, ini pembodohan, ini pembohongan. Teman
Ahok tidak benar, karena memang saya lihat, dari pergerakan kita itu.
Kalau kita konversi pembiayaan itu, bohong yang dibuat,” kata dia.

Menurut
Ricard, jika ia dianggap sebagai relawan seharusnya Teman Ahok
transparan dalam keuangan dan tidak memaksanya untuk membayar target
tertentu dengan bayaran tertentu. “Karena memang dikejar target Teman
Ahok, dan Teman Ahok itu pembiaran. Tiba-tiba ramai pemberitaan dana
reklamasi, saya tidak mau menjadi bagian dari konspirasi ini,” ucap dia.

Sebagai
penanggung jawab kelurahan, Ricard dibayar per 140 KTP per pekan
sebesar Rp 500 ribu atau Rp 2 juta per bulan. Jika mencapai target 140
dikali empat pekan, yakni 560 KTP maka dia diberikan bonus Rp 500 ribu.

“Kalau Teman Ahok bilang pengeluaran mereka untuk pengumpulan KTP hanya Rp 2,5 miliar atau Rp 5 miliar itu tidak benar, bulshit,” kata dia. (Adm).

Sumber, Republika.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.