Waduh !!! Pulau di Sumsel Terancam Tenggelam?

oleh -
*Jika Temperatur Dunia Naik 2 Derajat

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Climate change kini menjadi perhatian dunia. Bangsa di dunia
sepakat untuk menjaga temperatur  bumi tidak naik dua derajat. Kalau
sampai naik, bencana akan terjadi di mana-mana, termasuk di Indonesia,
terutama Provinsi Sumatera Selatan.

Provinsi Sumsel memiliki
beberapa pulau yang terancam tenggelam jika temperatur dunia naik dua
derajat. Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman mengatakan,
pulau-pulau itu adalah pulau kecil yang penghuninya merupakan petani.

Perubahan iklim, yang ditandai naiknya permukaan laut dan perubahan
temperatur dari panas ke hujan, akan menjadi kacau. Saat ini ada istilah
kemarau basah, termasuk ada pergeseran musim tanam, terpenting jika
lingkungan rusak berdampak kesehatan manusia.
“Tapi tidak seperti di Belitung. Di Belitung itu pulau-pulau terluar
yang dihuni  ada kecamatan,” kata Sekda usai acara Sosialisasi Perubahan
Iklim dan Tindaklanjut Pasca COP21 di Hotel Aston Palembang, Jumat
(24/6).

Belum lagi permukaan bumi seperti di Jakarta turun sekian milimeter
setahun dan ini harus dijaga untuk keselamatan umat manusia. Direktur
Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan Dr Ir Tahrir  Fatoni, Msi mengatakan, kegiatan ini
merupakan sosialisasi dari Paris Agreement yang terkait dengan bagaimana penanganan climate change,
perubahan jangka panjang yang signifikan pada iklim rata-rata sebuah
wilayah ataupun bumi secara keseluruhan, karena ini menjadi perhatian
dunia.

Bangsa di dunia sepakat untuk menjaga temperatur  bumi tidak naik dua
derajat, karena kalau sampai temperatur dunia naik dua derajat, bencana
akan terjadi di mana-mana.
“Bahkan banyak pulau yang akan hilang karena muka air laut akan naik
di atas satu meter mungkin Jakarta wilayahnya sebagian besar akan
tenggelam dan juga beberapa negara, terutama di pulau-pulau kecil. Saya
dengar negara-negara di Kepulauan Fiji sudah membeli lahan di India,
kalau terjadi kenaikan muka air laut, ada di antaranya pulau-pulau itu
1,5 meter atau kurang 1,5 meter dari muka air laut maka akan musnah
mereka,”  katanya.

Karena itu melalui Paris Agreement untuk
bersama-sama berusaha menyelamatkan bumi ini agar suhu udara tidak naik
dua derajat celcius. “Karena adanya pencemaran yang memblok atmosfir
bumi kemudian sinar matahari tidak bisa keluar dari permukaan bumi ke
angkasa, pantulannya tertahan ke bumi, polusi udara yang memblok
atmosfir sehingga sinar matahari ke bumi tertutup oleh atmosfir
kembali ke bumi sehingga memanaskan temperatur bumi,” katanya.

Pemerintah Indonesia komitmen mengurangi emisi sampai 29 persen
sampai tahun 2030 atau 41 persen kalau dibantu sumbangan dan kontribusi
masyarakat internasional.
“Komitmen  bangsa Indonesia tidak mungkin tidak didukung pemerintah
daerah karena nyatanya di lapangan, yang melaksanakan adalah pemerintah
daerah,” katanya.

Karena itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai vocal
point dalam hal ini mengirimkan tim bergerak ke seluruh Indonesia untuk
sama-sama menyampaikan perkembangan sosialisasi  dengan tim berbeda-beda
yang terdiri dari Eselon 1, penasihat senior menteri, para direktur
untuk bisa sharing yang hadir dalam acara ini.

Sosialisasi itu sendiri diikuti oleh perwakilan dari Korem Garuda
Dempo, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sumsel, perwakilan dari
Kepolisian Daerah Sumsel, Bupati Kabupaten Ogan Ilir, Bupati Ogan
Komering Ilir, Bupati Banyuasin, Bupati Musi Banyuasin, Kepala Dinas dan
SKPD, Akademisi, Tokoh Masyarakat. (osk)

Sumber, Beritapagi

No More Posts Available.

No more pages to load.