Upaya LENTERA Institute Mencari Rumusan Solusi Pembangunan Daerah Dari Hasil Migas

oleh -

Foto; Direktur
Lentera Institute  Septiandy S.Kom

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Indonesia
merupakan salah Natu negara yang memilki potensi sumber daya alam yang sangat
melimpah.  Salah satu sumber daya alam
yang sangat potensial di Indonesia adalah sumber daya alam berupa minyak bumi
dan gas (Migas). Migas sendiri merupakan salah satu sumber daya yang memiliki
banyak fungsi dan pengaruh terhadap  daerah
penghasil.”Katanya. 
“Kebijakan desentralisasi sejak diberlakukannya
Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 telah memberikan dampak positif maupun
negatif terhadap aspek politik, ekonomi, maupun sosial. Terdapat beberapa
kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah namun tidak sepenuhnya
dilatarbelakangi oleh kajian terhadap kebutuhan masyarakat maupun unsur
pemangku kepentingan (stakeholder) lain, yang pada akhirnya tidak memberikan
dampak manfaat secara langsung. Salah satu fenomena yang terjadi saat ini
adalah maraknya pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan yang lebih dikenal dengan istilah Perda CSR. Beberapa Kabupaten/Kota
di Provinsi.”Ujarnya.
Selain itu, menurutnya  bahwa munculnya Perda CSR merupakan bagian
dari fenomena implementasi Otonomi Daerah (Otoda), namun yang menjadi
pertanyaan adalah seberapa penting diterbitkannya Perda CSR, karena berdasarkan
pemberitaan yang ada, wacana yang muncul tidak lepas dari upaya menghimpun dana
CSR (Raperda CSR di Rancang, Radar Banten
01/02/2010)
, bukan pada bagaimana pemerintah mengontrol penerapan CSR
perusahaan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, berjalan
berkelanjutan, dan sesuai konsep pemberdayaan masyarakat (Community Empowerment). 
“Substansi CSR sendiri seharusnya bukan pada aspek
penghimpunan dana dan pembangunan infrastruktur semata, tapi bagaimana
perusahaan mampu mengintegrasikan perhatian terhadap aspek sosial dan
lingkungan dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksinya dengan para
pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan (Europe
Commission, 2004)” Jelasnya  Direktur
Lentera Institute  Septiandy S.Kom, yang
saat ini juga sedang mengambil Magister Komunikasi di Uiversitas Mercu Buana , sesuai
release yang diterima SriwijayaAktual.com – Kamis (16/6/2016). 
Andy menambahkan, dari beberapa poin secara umum
diatas, dalam upaya mencari rumusan solusinya, LENTERA Institute akan menyelenggarakan seminar nasional sekaligus
berbuka puasa bersama,  bertema “Kontribusi CSR  Migas Terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah
, pada
Hari Jumat 17 Juni 2016, Pukul  13:30 S/d buka puasa bersama selesai, di
Ballroom Hotel Grand Duta Palembang (Didepan Ramayana Jalan Radial Palembang).

“Adapun untuk narasumbernya, yakni: perwakilan dari SKK Migas Pusat, Yulian
Gunhar (Anggota Komisi VII DPR RI),  Heri
Amalindo (Bupati Kab.PALI), Hendri Zainuddin (Anggota DPD RI Provinsi Sumsel),  Ahmad Najib (Kepala Bappeda Kab.Muara Enim ),
dan Mamit Setiawan (Pengamat Migas), dimoderatori seorang Advokat Muda di Palembang  Redi Kales SH, dengan peserta seminar  dari element  Organisasi Kemahasiswaan (Orma), Organisasi Kepemudaan
(OKP),  dan Organisasi Kemasyarakatan  (Ormas) di tingkatan Sumsel . ”Terangnya.
Berharap seminar yang akan dilaksanakan besok,  dapat berlangsung terarah dan bisa menjadi
bahan evaluasi,  serta masukan kedepanya
bagi seluruh sakeholder dalam menjalankan fungsi dan peranya masing-masing
dalam mengawal CSR ini . Sehingga tepat guna, tepat sasaran dan
berkesinambungan”Tandasnya Andy.  (Art).

Artikel Menarik Lainya!:   Ketua Ombudsman Amzulian Rifai, Ingin Kelembagaan Ombudsman Diperkuat

No More Posts Available.

No more pages to load.