"UMAT ISLAM INDONESIA MENGGUGAT", Jokowi; "Demonstrasi adalah Hak Demokratis Warga, Tapi Bukan Hak Memaksakan Kehendak dan Bukan Hak Untuk Merusak"

oleh -57 views
Ribuan masa Gerakan Umat Islam Sumsel, Aksi Dihalaman DPRD Sumsel, (14/10/2016) Tuntut Adili Ahok

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Presiden RI Joko Widodo mengomentari rencana aksi demonstrasi
akbar yang akan digelar kelompok masyarakat untuk menolak Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI Jakarta pada 4 November 2016.
Presiden menegaskan, pemerintah menghargai hak demokratis rakyat
untuk menyuarakan pendapat. Namun begitu, Jokowi mengingatkan demonstran
untuk tak bertidak anarkis saat melakukan unjuk rasa. “Demonstrasi
adalah hak demokratis warga, tapi bukan hak memaksakan kehendak dan
bukan hak untuk merusak,” ujarnya, di Jakarta Convention Center, Senin
(31/10/2016).
Pemerintah, sambung Presiden, akan menjamin hak menyampaikan
pendapat. Namun, kata dia, demonstran juga harus mengutamakan ketertiban
umum. “Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas
secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun,” kata
Jokowi.
Baca Juga Ini; GLEGAR !!! … Kembali Umat Islam Sumsel Menggugat “Pecat & Penjarakan Ahok’
Rencanaanya Pada Jumat (4/11/2016) kedepan, ratusan ribu massa umat Islam dari penjuru Indonesia, dari berbagai ormas
berencana melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran sebagai kelanjutan
atas aksi protes berkaitan dengan kasus dugaan penistaan agama yang
melibatkan pejawat Basuki Tjahaja Purnama. Demonstran berencana
mengepung Balai Kota DKI Jakarta dan Istana Kepresidenan Jakarta.
Ribuan massa unjuk rasa terkait pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Basuki
‘Ahok’ Tjahaja Purnama soal surah Al Maidah ayat 51 bergerak dari Masjid
Istiqlal ke Balai Kota DKI, Jumat (14/10/2016).
Sementara itu, pada hari ini, Senin (31/10/2016), Ormas Islam dan Organisasi Mahasiswa atau Pemuda  Islam, seperti: ICMI Sumsel, KAHMI Sumsel, MUI Sumsel, FPI Sumsel, FUI Sumsel, DMI,  HMI Cabang Palembang, PII Sumsel dan Ormas Islam lainya yang dengan estimasi  ribuan massa aksi Umat Muslim Sumsel, sudah mulai ada yang berangkat secara bertahap menuju DKI Jakarta, dengan tuntutan yang sama Pecat dan penjarakan Ahok.
Baca Juga Ini; Tokoh Muda Golkar Ini Sebut, Belum Terlambat Tarik Dukungan Terhadap Ahok
Seperti diketahui, kasus dugaan penistaan agama ini bermula saat
Gubernur Ahok menyampaikan orasi di hadapan pulau Pramuka, Kepulauan
Seribu, 27 September lalu. Saat itu Ahok menyitir surat Al Maidah ayat
51 dan meminta warga jangan mau dibohongi oleh calon yang membawa ayat
tersebut untuk kepentingan politik. (Red)
Source, Rebuplika.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.