Tukang Tambal Ban

oleh -

Pernah suatu ketika ban motor saya kempes sepulang dari mengikuti
kajian Islam rutin tiap pekan di rumah teman. Saat itu waktu menunjukan
pukul setengah sebelas malam. Malam terasa begitu dingin sekali, karena
saat itu musim hujan, akan tetapi segala puji bagi Allah saat itu hujan
tidak turun.

Sambil menuntun sepeda motor, saya berjalan menulusuri jalan untuk mencari tukang tambal ban.

“Ada apa mas?” tanya seorang pemuda yang duduk-duduk di depan rumah.

“Ban saya bocor. Daerah sini mana ya, tukang tambal ban yang masih buka?” tanya saya.

“ Wah sudah pada tutup semua mas! Adanya di dekat jalan raya, tapi cukup jauh!” jawab nya.

“Makasih mas!” ucapku, sambil menghela nafas, karena cukup jauh saya harus bejalan ke jalan raya.
Alhamdulillah, saat itu saya ditemani ustadz saya, pak Nur Yulianto..
(Jazakallah pak ya…! ^_^) yang tak tega meninggalkanku sendiri,
berjalan menelusuri malam untuk mencari tukang tambal ban.

Setengah jam berjalan akhirnya saya menemukan tukang tambal ban.
Tapi, ujian lagi dari Allah. Sang tukang tambal ban tidur tidak bisa
dibangunkan…mungkin memang beliau tidak mau bangun, karena sudah saya
gooyang-goyang tubuhnya, tetap saja tidak bangun… sayapun mencoba
memahaminya, malam-malam begini mungkin beliau sudah terlalu kecapean
untuk membantu kami…

Perjalananpun kami lanjutkan, hingga akhirnya kami menemukan tukang tambal ban, yang sedang menambal ban sebuah motor…

”Alhamdulillah…. ” batinku denga rasa senang yang luar biasa, sambil
menuntun motor honda prima tuaku dengan semangat… (rasa capek jalan jadi
lupa…^^)

Sambil menunggu tukang tambal ban menyelesaikan pekerjaannya, saya
merenung, betapa mulianya pekerjaan bapak tukang tambal ban tersebut,…
karena saya baru merasakan bahwa sangat berharganya keberadaan mereka…!
Coba kalo tidak ada mereka…? (lifeblogid.com).

                                                                

No More Posts Available.

No more pages to load.