Temu Wicara di Beijing, Kemenkumham Akan Luncurkan Aplikasi Online Untuk Siapa Saja yang Ingin Jadi WNI

oleh -67 views
(Istimewa)

BEIJING-CHINA, SriwijayaAktual.com Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akan meluncurkan aplikasi pengajuan kewarganegaraan secara online untuk memudahkan siapa pun yang ingin mendapatkan kewarganegaraan Indonesia termasuk di luar negeri.
“Ini untuk memudahkan proses mendapatkan kewarganegaraan Indonesia,”
ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Rinto Hakim
usai temu wicara ‘Dinamika Kewarganegaraan Berdasarkan Undang-undang No
12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan’, di Beijing, Cina, Kamis malam
(24/11/2016).
Rinto menambahkan, dalam aplikasi online tersebut akan disampaikan pula persyaratan menjadi warga negara Indonesia dan ujian online untuk memastikan pemohon memahami Indonesia.
 Dia mengemukakam proses peluncuran aplikasi kewarganegaraan secara online masih
dibahas mendalam bersama kementerian terkait seperti Kementerian Dalam
Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan dan lainnya.
“Jika semua sudah oke, kami berencana meluncurkannya pertengahan Maret 2017,” katanya.
Baca Juga; Mari Selamatkan Muslim Rohingya, “Selamatkan Rohingya, Selamatkan Dunia !!!”
 
Ia menuturkan pergerakan manusia termasuk warga Indonesia semakin
dinamis sehingga memungkinkan persoalan kewarganegaraan menjadi semakin
dinamis semisal perkawinan campur, status anak yang dilahirkan dari
perkawinan campur, dan sebagainya.
“Menyikapi dinamika tersebut, maka Dirjen AHU khususnya Direktorat
Tata Negara memprogramkan kegiatan temu wicara setiap tahunnya ke
beberapa negara, untuk mengetahui kasus-kasus kewargengaraan yang selama
ini jarang mengemuka, karena masih banyak WNI yang belum mengetahui
tentang kewarganegaraan, termasuk yang berada di luar negeri dan
melakukan kawin campur dan sebagainya,” ujar Rinto.
Ia menambahkan, telah mengumpulkan beberapa kasus kewarganegaraan
dari Diaspora Indonesia di Amerika, Eropa dan Asia, terutama terkait dwi
kewarganegaraan bagi WNI. “Sudah banyak negara yang menganut dwi
kewarganegaraan, namun untuk Indonesia belum karena tidak mudah juga
untuk mengubah undang-undang karena menyangkut undang-undang lainnya,”
ujar Rinto.
Lebih dari 70 peserta hadir pada acara Temu Wicara tersebut yang
mewakili berbagai unsur dan organisasi masyarakat Indonesia yang ada di
wilayah kerja KBRI Beijing.
Baca Juga Ini; NGERI …WASPADALAH !!!, Ada Perusahaan’ di China Produksi Jutaan Pembalut Palsu
Wakil Kepala Perwakilan RI KBRI Beijing Listyowati dalam pidato
pembukaannya mengatakan perlindungan WNI merupakan salah satu tugas
Pemerintah sesuai dengan amanat Alinea IV Pembukaan UUD 1945.
“Oleh karena itu, Konjen RI menyambut baik penyelengaraan kegiatan
Temu Wicara ini. Diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas
dan pencerahan khususnya bagi masyarakat Indonesia di luar negeri dalam
menghadapi berbagai dinamika dan permasalahan menyangkut isu
kewarganegaraan,” katanya.
Listyowati menegaskan sebagai sebagai subyek hukum WNI menyandang
hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang wajib diakui, dihormati,
dilindungi, difasilitasi dan dipenuhi oleh negara.
Sebaliknya, WNI juga menyandang kewajiban-kewajiban yang merupakan
hak negara yang juga harus diakui, dihormati dan ditaati oleh WNI.
(wid.ak.rol/ak)

No More Posts Available.

No more pages to load.