Surat Terbuka Dari Disjarah TNI AD Untuk Gubernur Lemhanas

oleh -




Ilustrasi
SriwijayaAktual.com – Disjarah TNI AD, Letkol Eko Ismadi mengirimkan surat terbuka yang ditujukannya kepada Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas)  Agus Wijoyo terkait dengan peristiwa G30S/PKI tahun 1965 silam.
Surat ini sengaja dikirimkan Letkol Eko kepada Agus Wijoyo karena dinialinya telah memberikan kelonggaran kepada PKI. Eko menilai, sikap Gubernur Lemhanas telah membuat sakit hati dan kecewa para perwira.”Seperti dilansir  Nusantaranews.co Sabtu (14/5/2016).
Berikut bunyi surat tersebut.
SURAT TERBUKA UNTUK GUB. LEMHANAS

Oleh Letkol Eko Ismadi
(Disjarah TNI AD)

Salam kebangsaan Indonesia !!!!!

Sekalipun cara berpikir Bapak Agus Wijoyo seperti ini saya anggap telat, namun wujud penghargaan saya ingin menanggapi pemikirannya dalam peristiwa Gerakan G30S/PKI tahun 1965 dengan dewan jenderalnya yang dipimpin eks Letkol Untung yang pada masa itu eks Letkol Untung adalah terdaftar sebagai anggota PKI yang pada masa itu dipimpin Aidit juga berhubungan manis dengan Soekarno bahkan Soekarno terkesan memberi peluang kepada PKI untuk melakukan gerakan itu.

Kalau memang diadakan Rekonsiliasi Nasional ada langkah yang harus dilakukan yakni :

1. Tunjukkan dulu mana anggota PKI dan keturunannya sekarang ini serta dijelaskan peranan anggota PKI dan Jabatannya pada masa itu.

2.Kalau bukan anggota PKI dan merasa jadi korban segera diinvertarisir dan didata jangan melibatkan orang PKI atau keturunan PKI dalam aktivitasnya.

3. Bapak juga harus menginvertarisir serta mendata berapa korban pembunuhan yang dilakukan anggota PKI dan komunis terhadap TNI dan umat muslim NU serta rakyat Indonesia??? Bapak bisakan? Bapak pahamkan? Kalau nggak paham dan nggak bisa kami siap bantu.

4.Kalau anggota PKI dan keturunannya serta komunisme Indonesia saat ini menuntut peranan negara pada tahun 1965. Saya jelaskan ya pak mungkin bapak kurang paham!

a) Pada tahun 1965 dan terjadinya G30S/PKI pemerintah dipimpin Soekarno di mana Soekarno sendiri berhubungan mesra dan sejalan dengan pemikiran PKI terhadap idiologi negara Pancasila dan UUD 1945.

b) Pada tahun 1965 hingga 1966 Soekarno menentang proses hukum terhadap pembunuh jenderal angkatan darat yang dilakukan oleh tentara yang menjadi anggota PKI dan organisasinya. Bagaimana PKI bisa mengatakan perasaan negara di mana????

c) Kenapa di masa pemerintahan Jokowi baru anggota PKI berani melakukan tuntutan kepada pemerintah? apa karena bapak Jokowi bisa diajak kompromi dengan anggota PKI??? Tolong dong pak jelaskan! Saya yakin bapak pintar dan cerdas! kan mantan jenderal! NKRI harga mati!!!! siapapun berpikir di luar Pancasila adalah makar!!!

Jangan membuat perwira seperti kami jadi ingin kudeta, kami sakit hati dan kecewa terhadap sikap bapak yang mendukung mereka.

BANDUNG,12 MEI 2016
EKO ISMADI-DISJARAH TNI AD

Artikel Menarik Lainya!:   10 Ribu Masjid Siap Hadapi Pilkada DKI Jakarta 2017