Sumber Waras 'Bebas Korupsi', Ahok Sebut "Terimakasih KPK"

oleh -
 Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (VIVA.co.id/Muhamad Solihin)


JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Gubernur
DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, jika pimpinan Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah benar dalam menangani kasus Sumber
Waras. Menurut KPK, tidak ditemukan indikasi perbuatan melawan hukum
dalam pembelian sebagian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah
Provinsi DKI.
Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan hal itu di sela-sela Rapat
Dengar Pendapat dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. “Ya
saya berterimakasih,” ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota DKI,
Selasa, (4/6/2016).

Menurut dia, seperti yang telah banyak ia sampaikan, Pemerintah
Provinsi DKI menempuh prosedur yang benar. Pembelian mengacu kepada
aturan zonasi, juga Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang telah ditetapkan
pemerintah jauh sebelum pembelian dilakukan.

“Saya sudah bilang, enggak ada yang salah kok. Salah di mana
pembelian kayak gitu? Itu yang nentuin posisi sertifikat bukan saya,
yang nentuin zonasi, NJOP, juga bukan saya, peninggalan dari dulu,” ujar
Ahok.

Ahok enggan menerka dimunculkannya kasus ini dikarenakan adanya oknum
di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Sebagai informasi, KPK
menggunakan hasil audit investigasi lembaga itu sebagai dasar
penyelidikan.
“Saya tidak tahu (jika ada oknum BPK). Kamu (wartawan) tafsir sendiri saja,” ujar Ahok.

Ahok menyatakan sikapnya, ia bukan tipe orang yang senang mencari
perkara. Dalam tuduhan adanya korupsi dalam pembelian sebagian lahan
Rumah Sakit Sumber Waras, ia juga mengklaim tidak pernah melontarkan
tuduhan macam-macam kepada pihak yang dicurigai bermain di balik
diangkatnya kasus.
“Aku mana mungkin mau ribut sama orang sih kalau orangnya benar? Aku makanya enggak pernah ribut, santai-santai saja.”

Sebelumnya, di Gedung DPR, Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan,
penyidik tidak menemukan indikasi perbuatan melawan hukum. Maka dari
itu, KPK berencana mendengarkan keterangan auditor BPK untuk membahas
dugaan adanya korupsi.

KPK berencana bertemu dengan BPK sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Jadi
penyidik kami tidak menemukan perbuatan melawan hukumnya. Nah, oleh
karena itu, jalan satu-satunya kami lebih baik mengundang BPK, bertemu
dengan penyidik kami,” ujarnya  Agus.(Adm)

 Sumber, VIVA.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.