Sudah Ada 640 Laporan Investasi Bodong di 2016, Waspadalah !!!

oleh -
Ilust/Ist/net

JAKARTA, SriwijayaAktual.com -Dengan iming-iming keuntungan yang cukup menggiurkan membuat banyak
masyarakat terjebak dalam investasi bodong. Seringkali mereka yang
menjadi korban terhipnotis akan tingginya bagi hasil yang akan
didapatkan di kemudian hari.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
mengakui bahwa kasus penipuan dengan modus investasi murah dengan
keuntungan yang besar. Sedikitnya OJK mencatat ada 640 laporan investasi
bodong yang telah berhasil mengelabui masyarakat di sepanjang tahun
2016.
“Yang jelas semakin meningkat dan itu terus kita monitor
apa yang dilaporkan masyarakat ke OJK. Pada umumnya bertanya dan
pertanyaannya kita tambah lagi perusahaan dari yang belum terdaftar
menjadi terdaftar. Ada 640 laporan investasi bodong di 2016,” ujar Ketua
Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad, di Hotel Borobudur, Jakarta
Pusat, Selasa (21/6/2016).

Artikel Menarik Lainya!:   HEBOH !!! ... Menunggu Politisi Terjun Bebas Dari Atas Monas ?

Seiring dengan maraknya penipuan
berkedok investasi dengan balik modal yang cepat, kecurigaan masyarakat
akan investasi bodong juga meningkat. Masyarakat mulai menyadari bahwa
investasi dengan keuntungan yang di luar angka kewajaran berpotensi
menjadi kasus penipuan.

“Tetapi di sisi lain kesadaran masyarakat untuk bertanya tumbuh, sehingga kerugian masyarakat bisa dikurangi,” kata Muliaman.

Ratusan
kasus investasi bodong saat ini tengah masuk dalam proses hukum dan
akan diputuskan pengadilan mengenai hukuman apa yang akan diberikan
kepada mereka yang merugikan masyarakat. OJK pun belum mengetahui persis
berapa besaran kerugian yang dialami masyarakat, namun pihaknya terus
berupaya mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak dalam investasi
bodong tersebut.

Artikel Menarik Lainya!:   Hmmm...Walaupun Ratusan Ribu Umat Islam Aksi di DKI Jakarta, Namun Presiden RI Jokowi Cek Proyek Infrastruktur Bandara Soekarno - Hatta

“Sekarang ini sedang kita coba selesaikan dan
banyak yang masuk ke ranah hukum, sehingga totalnya belum kita ketahui
kerugiannya,” tutur Muliaman.

Masyarakat juga dihimbau waspadalah agar tidak
mudah percaya untuk menginvestasikan uangnya ke dalam instrumen
keuangan yang menawarkan keuntungan berlebih. Masyarakat pun bisa
bertanya kepada OJK melalui telepon sebelum melakukan investasi agar
lebih aman.

“Intinya bertanya, jadi kalau sudah merasa ada sesuatu yang aneh lebih baik tanya ke OJK,” tutup Muliaman.
(Adm).

Sumber, detikfinance

No More Posts Available.

No more pages to load.