Stabilkan harga, operasi pasar daging sapi Akan digelar

oleh -

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com- Pemerintah akan menggelar operasi pasar
daging sapi di sejumlah provinsi untuk menekan kenaikan harga menjelang
Ramadhan dan Lebaran, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan
Sri Agustina.

“Sudah diputuskan bahwa tugas operasi pasar daging sapi ini akan
diberikan ke BUMN PT Berdikari (Persero), dan karena ini tugas yang
diberikan negara maka harga pun sudah ditetapkan yakni harus Rp80
ribu/kg,” kata Sri di Palembang, seperti dilansir antarasumsel.com (15/5/2016)

Dengan dilakukan operasi pasar ini diharapkan akan mempengaruhi harga pasar sehingga dapat terjangkau masyarakat, katanya.

Sementara ini, harga daging sapi berada di kisaran Rp120 ribu/kg, dan saat Lebaran melabung hingga Rp140 ribu/kg.

Artikel Menarik Lainya!:   Juru Sunat Cantik Jadi Viral di Medsos, Siapakah Dia

Ia mengemukakan banyak hal yang menjadi penyebab melambungnya harga
dagin sapi, salah satunya meningkatnya jumlah permintaan.

Pada saat hari raya, kebutuhan meningkat hingga 250 ribu ton,
sementara yang mampu dipenuhi oleh sentra perternakan sapi hanya 170
ribu ton.

Kondisi ini juga diperparah dengan kebiasaan masyarakat yang
menginginkan daging segar saat ber-Lebaran dan tidak mau daging beku.

Sehingga, sapi-sapi dari sentra perternakan di Jatim, Jateng, dan
Lampung harus dibawa dalam kondisi hidup ke daerah yang membutuhkan
untuk kemudian dipotong di rumah potong hewan.

“Inilah yang membuat biaya menjadi membengkak, padahal jika saja
masyarakat mau mengkonsumsi daging beku maka biaya transfortasi dapat
ditekan,” kata dia.

Artikel Menarik Lainya!:   I Putu Sudiartana Tertangkap KPK RI, Kasus Apa yang Diduga Menjeratnya?

Ia tidak membantah bahwa pada tahun ini pemerintah lebih aktif dalam menekan kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Hal ini dapat diamati dengan dilakukan upaya dini sebelum Ramadhan
tiba, seperti operasi pasar gula kristal yang dilakukan BUMN PT
Perusahaan Pedagangan Indonesia secara serentak di beberapa daerah di
Indonesia.

“Setiap menjelang Ramadhan dan Lebaran selalu harga naik, artinya
memang saat ini yang harus mendapatkan perhatian lebih. Jika upaya
antisipasi dilakukan jauh-jauh hari, tentunya gejolak harga juga dapat
disiasati lebih awal,” kata dia.

Presiden Joko Widodo meminta kementerian terkait untuk fokus menjaga kestabilan harga di saat Ramadhan dan Lebaran.

No More Posts Available.

No more pages to load.