Soal Deklarasi 9 Risalah Istiqlal, Ahok: Tuhan lah Yang Tahu

oleh -53 views
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
enggan berpolemik menanggapi acara ormas-ormas Islam yang digawangi FPI
di Masjid Istiqlal kemarin, termasuk adanya imbauan untuk memilih calon
gubernur beragama Islam. 
“Enggak apa-apalah, Tuhan yang tahu kok,” ujar Ahok saat dikonfirmasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016).
Dalam acara yang dihadiri Tokoh Nasioanl, Para Ulama, Front Pembela Islam (FPI), Forum Komunikasi
Anak Betawi (Forkabi), Forum Betawi Bersatu (FBB), dan Gerakan
Masyarakat Jakarta (GMJ) ini dibacakan komitmen ‘Risalah Istiqlal’
berisi salah satunya, seruan kepada seluruh umat Islam untuk merapatkan
barisan memenangkan pemimpin muslim.
Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab mengatakan, berkumpulnya FPI dan
ormas-ormas lainnya di Istiqlal kemarin bukan merupakan kampanye yang
berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). 
Dia menyebut Negara Republik Indonesia berdasarkan pada Ketuhanan
Yang Maha Esa yang tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dan
Pasal 29 Ayat 1 UUD.
“Tuhan Yang Maha Esa-nya umat Islam adalah Allah SWT. Artinya,
dijamin oleh konstitusi kalau umat Islam itu harus tunduk kepada Tuhan
Yang Maha Esa,” ujar Rizieq di acara tersebut.
Rizieq juga menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar di Istiqlal hari
ini sesuai dengan Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945. Mereka tengah menjalankan
ibadah sesuai keyakinan.
“Sudah keyakinan umat Islam tidak boleh memilih pemimpin yang bukan
muslim. Jadi, ini bukan kampanye SARA, ini adalah menyebarkan ajaran
agama, menyampaikan kepada umat Islam,” ucap dia.
Rizieq menyatakan, masih banyak pemimpin muslim yang jujur, seperti
Yusril Ihza Mahendra, Sjafrie Sjamsoedin, Sandiaga Uno, Adhyaksa Dault,
Ichsanudin Noorsy, dan lainnya.
Adapun ‘Risalah Istiqlal’ yang dirumuskan FPI dan ormas lainnya itu berisi sembilan poin:
– Kepada seluruh umat Islam merapatkan barisan untuk memenangkan pemimpin muslim yang lebih baik.
– Diserukan kepada partai prorakyat agar berupaya maksimal untuk menyepakati satu calon pasangan, calon gubernur muslim.
– Diserukan kepada seluruh umat Islam untuk beramai-ramai menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada DKI 2017.
– Diserukan kepada seluruh umat Islam untuk berpegang kukuh kepada
agamanya dengan hanya memilih calon muslim, dan haram memilih non-muslim
dan haram pula golput.
– Diserukan kepada kaum muslimin untuk menolak, melawan, dan melaporkan segala bentuk suap, baik itu berbentuk money politics maupun serangan fajar.
– Pentingnya partai politik prorakyat untuk memaksimalkan daya yang
mereka miliki serta melibatkan seluruh potensi atau elemen umat untuk
memenangkan pasangan cagub-cawagub yang disepakati umat.
– Mengokohkan ukhuwah dan mewaspadai segala bentuk fitnah dan adu domba yang ditujukan kepada calon yang diusung oleh umat.
– Mengingatkan seluruh pengurus KPU DKI, RT/RW yang ditugasi sebagai
KPPS untuk mengawal dan mengawasi jalannya Pilkada, agar terwujud
Pilkada DKI yang jujur dan adil.
– Mengimbau kepada partai yang mendukung calon non-muslim untuk
mencabut dukungannya. Apabila tidak mengindahkan imbauan ini, maka
diserukan kepada umat untuk tidak memilih partai tersebut. (Red/Rimanews). 
Baca juga;  Pilgub DKI Jakarta 2017, Ahok Sebut Ada Potensi 650 Ribu Suara Fiktif
Ulama & Tokoh Islam Deklarasikan 9 Risalah Istiqlal; Haram Pilih Pemimpin Nonmuslim !!!  
 

No More Posts Available.

No more pages to load.