Sebut Ada Upaya Makar, Pemerintah Dinilai Panik Menyikapi Aksi 2 Desember 2016, "Tingkatkan Kewenangan BIN Dengan Maksimal"

oleh -49 views
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencium
adanya agenda makar dalam rencana demonstrasi yang digelar pada 25
November dan 2 Desember 2016 mendatang.
Pengamat Hukum dari UI Andri W Kusuma menilai, respons aparat
kepolisian terkait rencana aksi yang dinilai ada kemungkinan makar
sangat prematur. Andri mengatakan, negara tengah panik meredam rencana
aksi itu.
“Negara panik dalam menghadapi aksi 2 Desember. Buktinya pernyataan
yang dilontarkan Kapolri maupun Panglima TNI bahwa aksi itu diduga akan
ditunggangi pihak-pihak tertentu, kemungkinan makar, dan sampai melarang
aksi tersebut. Apalagi Kapolri terpaksa harus road show ke beberapa
pihak dan lain-lain,” kata Andri Senin (21/11/2016).

Seharusnya, kata Andri, sebagai negara besar aparat negara baik Polri
maupun TNI harus siap setiap saat dalam menghadapi dan mengantisipasi
segala aksi yang kemungkinan terjadi. Baik itu aksi damai maupun
bertentangan dengan hukum dan konstitusi.
Andri menduga, kepanikan dan kegamangan ini disebabkan tidak
diberdayakan peran Badan Intelijen Negara (BIN) secara maksimal.
Seharusnya, kata dia, implementasi peran BIN harus maksimal karena peran
itu sangat penting. BIN seharusnya tidak hanya bergerak masalah
terorisme, tapi masalah bangsa ini secara keseluruhan.
“Ini pentingnya penambahan kewenangan pada BIN seperti temporary
detention untuk kepentingan introgasi. Karena memang kegiatan utama BIN
yaitu melakukan Lid Pam Gal ini harus didukung dengan
kewenangan-kewenangan tertentu agar lebih efektif dan efisien,” kata
Andri.
Sehingga, lanjut dia, tujuan BIN dapat mendeteksi dan mencegah lebih
dini bisa dilakukan dengan maksimal. Karena itu, pemerintah harus
mendorong agar segera menyelesaikan revisi UU Nomor 15 Tahun 2003
tentang Tindak Pidana Terorisme yang sedang digodok di DPR dan
menambahkan kewenangan tertentu dan terbatas pada BIN.
“Sehingga ke depannya negara tidak perlu panik dan gamang lagi dalam
menghadapi dan mengantisipasi masalah-masalah kemungkinan terjadi ke
depan. Utamanya dalam menghadapi aksi 2 Desember agar tidak menimbukan
rasa takut di tengah-tengah masyarakat seperti saat ini. Bukan malah
menunjukkan rasa panik dan gamang. Sehingga Negara dapat menjalankan
tugas dan fungsinya secara maksimal yaitu melindungi segenap rakyat
Indonesia,” pungkasnya.
Baca Juga Ini; Komisi I DPR RI, Sesalkan Pernyataan Kapolri Soal Makar
 
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, mendapat
informasi adanya agenda tersembunyi yang akan dilakukan oleh
kelompok-kelompok tertentu saat aksi unjuk rasa pada 25 November nanti.
Dari informasi yang diterima, kelompok itu akan menduduki gedung DPR dan
MPR untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Info yang kami terima 25 November ada aksi unjuk rasa namun ada
upaya-upaya tersembunyi dari beberapa kelompok yang ingin masuki DPR dan
MPR berusaha untuk dalam tanda petik menguasai,” kata Tito di Komplek
Mabes Polri, Senin (21/11/2016). (sl.ak)

No More Posts Available.

No more pages to load.