Rizal Ramli; Proyek Reklamasi Pulau G Batal dan Reklamasi Pulau C, D dan N Silahkan Lanjut, Namun Ini Syaratnya …

oleh -
(Ilust/Ist)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Pemerintah secara resmi
membatalkan proyek reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, karena dinilai
melakukan pelanggaran berat dan membahayakan lingkungan hidup, lalu
lintas laut serta proyek vital.

“Komite Gabungan dan para
menteri sepakat bahwa Pulau G masuk dalam pelanggaran berat,” kata Menko
Kemaritiman Rizal Ramli dalam rapat koordinasi Penanganan Reklamasi
Pantai Utara Jakarta di Jakarta, Kamis (30/6/16).

Rizal melanjutkan,
reklamasi Pulau G masuk pelanggaran berat karena di dekat pulau
terdapat kabel listrik milik PT PLN (Persero). Selain itu, pulau
tersebut juga mengganggu kapal nelayan.

“Sebelum pulau itu
dibuat, kapal nelayan dapat dengan mudah mendarat dan parkir di Muara
Angke. Tapi begitu pulau ini dibikin, daratan ditutup sehingga kapal
mesti memutar dulu, habiskan solar baru bisa parkir,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainya!:   Hampir 20 Persen Wanita Amerika Pernah Diperk0s4, kok Bisa?

Rizal
menyebut, berdasarkan analisa Komite Gabungan, reklamasi Pulau G
dibangun sembarangan secara teknis karena dampaknya yang merusak
lingkungan hingga membunuh biota.

“Jadi kesimpulan kami, atas
contoh pelanggaran Pulau G, kami putuskan reklamasi Pulau G dibatalkan
untuk waktu seterusnya,” tegasnya.

Dalam rakor yang dihadiri oleh
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan
Ignatius Jonan, Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan
Lingkungan Hidup DKI Jakarta Oswar Muadzin Mungkasa, serta perwakilan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu diputuskan ada sejumlah
pulau reklamasi yang dinilai melakukan pelanggaran sedang ringan selain
pelanggaran berat yang dilakukan pengembang Pulau G.

Pulau C, D
dan N dinilai melakukan pelanggaran sedang, di mana pihak pengembang
diminta melakukan sejumlah perbaikan dan pembongkaran. Pulau C dan D
yang saat ini menyatu diminta untuk dipisah dengan kanal selebar 100
meter dan sedalam 8 meter agar bisa dilalui lalu lintas kapal dan agar
tidak meningkatkan risiko banjir.

Artikel Menarik Lainya!:   Mitos ataupun Kenyataan, Laki- laki Lebih Suka Perempuan Berdada Besar?

Sementara Pulau N yang
merupakan bagian dari proyek pembangunan Pelabuhan Kalibaru milik
Pelindo II dinilai melakukan pelanggaran teknis dan lingkungan hidup.
“Pengembangnya setujua untuk memperbaiki. Jadi boleh diteruskan agar
rapi dan pelanggaran yang dilakukan diperbaiki,” kata Rizal.

Sementara
itu, pelanggaran ringan dinilai berdasarkan masalah administrasi dan
proses pembangunan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,
dalam kesempatan yang sama menilai meski semua pihak bekerja sesuai
keahlian masing-masing, kesimpulan yang didapat merupakan keputusan
terbaik.

“Sudah sepatutnya dilaksanakan,” tegasnya. (Adm).

Sumber : Antara

No More Posts Available.

No more pages to load.