REFLEKSI SUMPAH PEMUDA ke-88 “ PEMUDA KARATAN,PEMUDA HARAPAN”

oleh -59 views
REFLEKSI SUMPAH PEMUDA ke-88 “ PEMUDA KARATAN,PEMUDA HARAPAN”


Oleh :
Aulia Aziz Al Haqqi.,SH
Ketua
Umum IMAM SUMSEL 

(Ikatan Masyarakat Muda Sumatera Selatan)
SriwijayaAktual.com – Sumpah Pemuda 28
Oktober 1928 adalah Peristiwa Paling bersejarah di Indonesia, Sumpah Pemuda adalah
bukti bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari
Perjalanan Panjang perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas
dibawah kekuasaan kaum Penjajah.
Sumpah Pemuda menyadarkan kita bahwa
Indonesia dibangun dengan tiang Penyangga yang bernama “perbedaan”, baik
perbedaan agama, ras, suku, kebudayaan, Maupun Daerah dan Pondasinya adalah
Semangat Persatuan. Sumpah pemuda adalah komitmen yang menjadi Kekuatan untuk
menuju kemerdekaan Indonesia. Komitmen inilah yang
menjadi tekad perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai
kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Dengan Sumpah Pemuda, para pendiri
bangsa hendak meyakinkan Kepada Generasi penerusnya bahwa perbedaan yang
dimiliki bangsa ini adalah kekuatan untuk mengusir penjajah dan Mengisyaratkan
bahwasannya tanpa Persatuan Indonesia tak akan Pernah Merdeka. 
Pemuda Merupakan ujung
tombak menuju bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat dan sejahtera. Dalam
sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan
tak ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara banyak
tergantung pada kaum mudanya sebagai agent of change (agen perubahan). Pada
setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada Pemuda yang
mempeloporinya.
Ini adalah Pandangan
yang wajar, Bung Karno Pernah berucap,” Seribu orang tua hanya dapat bermimpi,
Satu orang Pemuda dapat mengubah dunia, dan dalam Pidatonya yang Penuh semngat
” Berikan aku seribu orang tua dan akan kupindahkan Gunung Semeru, Tapi berikan
aku Sepuluh Pemuda saja, Niscahaya akan Kuguncangkan Dunia.
Pemuda Selalu
diharapkan menjadi Tulang Punggung untuk membangun Peradapan, Pemudalah agen
agen dari transformasi sosial dalam kehidupan. Namun sepertinya, ada
kegelisahan pada diri kita setelah 88 Tahun Sumpah Pemuda berlalu tidak banyak
Pemuda Indonesia Menyadari betapa Pentingnya Memahami Sejarah Sumpah Pemuda.
Spirit Kebangsaan sepertinya mulai Pudar, 
Terpaan gelombang media masa yang melahirkan kebudayaan sendiri begitu
nyata di depan mata. Mereka lebih mengenal Idiologi Impor Dibanding Pancasila ,idiologi
bangsa sendiri. Tentu saja ini bukan kesalahan Pemuda Semata, ada faktor lain
yang jauh lebih bertanggung jawab dari permasalahan yang ada, Para orang tua,
Mereka yang tengah berada dalam Kekuasaan , Mereka yang menjadi Penanggung
jawab Institusi Pendidikan, institusi yang paling stratergis dalam membangun karakter
bangsa, ternyata mandul melahirkan generasi generasi yang berjiwa Nasionalis.
Indonesia sebagai
negara berkembang, dalam era globalisasi tentunya terus berbenah diri dalam
proses pembangunan, modernisasi, industrialisasi dan kontak-kontak budaya global
Sehingga inipun juga Menjadi tantangan Besar dalam mengahadapi banyak
Persoalaan akibat ketidak mapanan Indonesia dalam memfilter dampak negatif dari
arus Globalisasi. Terdapat banyak persoalan yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemuda
yang secara imperatively functional harus disikapi dan diatasi oleh masyarakat
Indonesia yang berkaitan erat dengan generasi muda  terutama kelompok pemudanya.
Peran
pemuda sebagai lokomotif perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi
tantangan sekaligus Peluang bagi Pemuda saat ini, gelombang Perubahan Dunia
yang terus terjadi bisa Memperparah Keadaan, Namun Demikian Sebaliknya bisa
juga Terjadi, Ini semua tergantung Pilihan sikap dan tekad kita Sebagai Pemuda,
Mau Menjadi Pemuda Karatan (Apatis, Hedonis dan Pragmatis) Atau Genersi
Harapan.

BANGUNLAH PEMUDA KU !!! BUKTIKAN SUMPAH KEPEMUDAAN MU !!!!

No More Posts Available.

No more pages to load.