Proyek-proyek Mercusuar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

oleh -
Proyek-proyek Mercusuar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
potret pengangkatan rangka atap jakarta international stadium

JAKARTA, Roda Duniawi – Sejumlah proyek mercusuar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih berjalan di tengah pandemi, namun ada juga yang terkendala.

Salah satu yang digeber yakni peresemian Jakarta Global Stadium (JIS).

November 2020 lalu, Pemprov DKI Jakarta mengajukan dana pinjaman untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) ke pemerintah pusat. Dana PEN untuk DKI yang cair pada 2020 sebesar Rp 3,2 triliun. Sementara untuk 2021 cair sebesar Rp 7,8 triliun.

Anies menyebut dana sebesar Rp 7,8 triliun yang cair pada 2021 itu digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pada 2020.

“Kegiatan pembangunan infrastruktur pada tahun 2021 merupakan kelanjutan atas pembangunan infrastruktur tahun 2020, sehingga menjadi satu kesatuan pelaksanaan pembangunan,” ujar Anies saat membacakan jawaban atas pemandangan fraksi tentang perubahan APBD 2020 di Rapat Paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2020).

Jakarta Global Stadium (JIS) menjadi salah satu megaproyek Anies yang jadi sorotan. Pada Juni kemarin, Anies mengawal langsung proses pengangkatan rangka atap JIS.

Instruksi Anies yang terbaru, JIS ditargetkan bisa diresmikan Desember 2021. Lantas apa saja proyek mercusuar Anies yang masih berjalan di tengah pandemi?

Jakarta Global Stadium

Jakarta Global Stadium mulai dibangun sejak akhir 2019 lalu. Dana pinjaman untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2020 Pemprov DKI disorot lantaran sebagiannya dipakai untuk pembangunan infrastruktur, salah satunya pembanunan JIS. Dana pinjaman PEN yang dipakain untuk membangun Jakarta Global Stadium Rp 1,18 triliun.

Di tahun ini, progres pembangunan JIS mulai signifikan. Anies mengatakan stadion ini bisa digunakan untuk kegiatan keagamaan hingga kegiatan seni.

Anies juga memaparkan bentuk Jakarta Global Stadium yang memiliki atap buka-tutup.

“Di sisi lain, ini adalah sebuah kota di mana mayoritas penduduknya di sore hari dia harus melaksanakan kewajiban untuk salat Magrib yang waktunya amat pendek.

Bisa dibayangkan, melihat di stadion itu kita akan bertemu dengan situasi mayoritas mungkin melakukan jamak, karena pertandingan jam 7, 80 ribu orang, di mana mereka bisa melaksanakan,” ucap Anies, Rabu (28/7/2021).

“Dengan adanya stadion buka-tutup atapnya, maka pertandingan itu bisa dilakukan praktis bisa jam berapa saja, karena siang hari pun bisa digunakan, sore hari, waktu kapan saja,” sambungnya.

Paling baru, Anies menginstruksikan peresmian JIS bisa dilakukan Desember 2020. Hal itu termaktub dalam ingub nomor 49 tahun 2021 tentang penyelesaian isu prioritas daerah tahun 2021-2022.

“Diremsikannya stadion JIS, Desember 2021,” demikian isi Ingub terbaru Anies, seperti dilihat Senin (9/8/2021).

Anies meminta dibuat infrastruktur pendukun terkait aktivasi di kawasan JIS. Pertama, Anies ingin ada penambahan stasiun KAI baru di sisi barat dan timur JIS. Pembangunan itu ditargetkan hingga Juni 2022. Kemudian Anies juga menginstruksikan terselesaikannya izin rute

System E

System E Jakarta kembali ditunda. Namun penyelengaraannya ditarget bisa dilakukan Juni 2022.

Tertundanya ajang balap internasional ini dikarenakan pandemi yang belum mereda. DKI telah menyetor kocek hampir Rp 1 triliun demi ajang System E di DKI Jakarta.

Berdasarkan Buku Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019 yang dirilis BPK, overall sudah Rp 983 miliar yang dibayarkan. Rp 560 miliar digunakan untuk membayar dedication rate System E.

Karena terdampak pandemi, Anies menyetop penganggaran dan pembayaran kewajiban tahap 2 tahun 2020 untuk penyelenggaraan System E. Anies menuturkan PT JakPro selaku penyelenggara kemudian melakukan renegosiasi dengan pihak System E.

Sekaligus meminta kejelasan soal standing pendanaan yang telah dibayarkan

“Atas dana dedication rate yang telah direalisasikan tetap dapat digunakan sebagai syarat penyelenggaraan match System E yang tertunda karena pandemi dan selanjutnya disepakati akan dituangkan dalam adendum perjanjian,” ujar Anies.

“Pembayaran dedication rate untuk penyelenggaraan tahun 2022 dan seterusnya akan dilakukan penjadwalan kembali setelah adanya kepastian penyelenggara System E dengan mempertimbangkan telah berakhirnya pandemi COVID-19,” sambungnya.

Anies menyebut saat ini JakPro sedang mengkaji pelaksanaan System E di tengah pandemi. Pemprov, lanjut Anies, juga mendorong JakPro mencari sumber pendanaan alternatif.

Meski ada pembiayaan yang disetop, Anies tetap menargetkan System E bisa digelar 2022 mendatang. Hal itu tertuang dalam Ingub baru Anies.

“Isu Fomrula E, goal keluaran terselenggaranya lomba System E, goal waktu Juni 2022,” tulis Ingub Anies.

Revitalisasi TIM

Proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) sejak 2019 ditargetkan diresmikan akhir tahun ini. Anggarannya dulu Rp 500 miliar namun sempat terjadi pengungarangan akibat ada defisit anggaran lebih dari Rp 10 triliun. Revitalisasi TIM tahap awal diangka Rp 200 miliar.

Awal 2021 kemarin, revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) TIM sudah memasuki persiapan tahap II. Sejumlah fasilitas, seperti Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Provinsi DKI Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, mulai direlokasi.

Sementara itu progres revitalisasi tahap I di Februari 2021 sudah mencapai angka 61,1750 persen.

“Kondisi ini mendorong keyakinan Jakpro bahwa proyek revitalisasi TIM dapat diselesaikan sesuai goal,” ucap Company Supervisor Communique PT Jakpro Melisa Sjah.

Teranyar, Anies menginstruksikan agar peresmian revitalisasi TIM bisa dilakukan Desember 2021.

“Terselesaikannya revitalisasi TIM tahap 1 dan 2 (Launching wajah baru TIM) Desember 2021,” tulis Ingub baru Anies.(detik)

BACA JUGA:

No More Posts Available.

No more pages to load.