Produk Lokal desa Spantan Jaya Butuh Promosi

oleh -64 views

PALI,Extranews – Pengerajin minuman tradisional berbahanbaku Jahe di Desa Spantan Jaya Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membutuhkan promosi akan produk lokal miliknya, Kamis (01/08).

Minuman tradisional Jahe adalah salah satu produk lokal unggulan dari desa tersebut.
Ibu Yulmini contohnya, beliau adalah salah satu pengerajin di desa Spantan Jaya,
Beliau juga mengakui tentang produk buatannya itu mampu menarik minat masyarakat untuk ikut bekerjasama, diantaranya seperti menanam bahan baku produk, yaitu jahe.
Jenis umbi – umbian yang membutuhkan waktu pertumbuhan yang cukup lama itu menjadi salah satu kendala.

Tetapi berkat program dari kepala desa Spantan jaya Alam Sri yang dibantu mengajak masyarakat untuk ikut menanam jahe, kekompakan dan keseriusan masyarakatnya yang ingin ikut membangun desa mulai terlihat, terbukti dengan telaten dan sabar, masyarakat turut serta menanam jahe.Program tersebut sangat membantu usaha ibu Yulmini yang tidak harus sulit mencari bahan baku produk miliknya itu.

Para petani jahe menjual semua hasil perkebunannya kepa ibu Yulmini, untuk kemudian beliau olah sendiri menjadi minumah jahe. Sampai saat ini, program tersebut berjalan baik, selain menjadi sumber pencarian masyarakat, juga memupuk kekompakan antar kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, ditahun 2017 lalu, dinas Pertanian pernah memperlombakan produk lokal tersebut dalam acara lomba toga. dan hasilnya minuman jahe milik ibu Yulmini itu pernah menjadi juara 1 ditingkat kabupaten, dan juara 3 di tingkat provinsi.

Tetapi yang masih menjadi permasalahan adalah kemasan.  Hal tersebut menjadi keluhan bagi pengerajin minuman jahe.  Ibu Yulmini mengaku bahwa sebetulnya produk buatannya itu sudah pernah diperiksa oleh Dinas Kesehatan, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban dari dinas tersebut.

Selain itu pihaknya juga pernah beberapa kali menghubungi Dinas perdagangan untuk meminta bantuan tentang cara pengemasan yang baik dan penyediaan pasar.  Namun sampai saat ini masih nihil, belum ada respon dari dinas tersebut, sehingga ibu Yulmini memasarkan produknya hanya kepada masyarakat sekitar desa dan kepada para tamu yang berkunjung kerumahnya saja.

“kesulitan kami ada pada kemasan, kami hanya menggunakan plastik biasa tanpa memberi segel. Sebetulnya produk kami sudah bisa bertahan lama, tetapi alangkah baiknya jika kami diberikan panduan tentang cara membuat kemasan yang baik dan benar” ujarnya.
“harapan kami jika ada bantuan untuk pemasaran dan panduan tentang cara membuat kemasan, insya allah kami akan lebih semangat lagi dalam pembuatan produk minuman jahe ini”. Pungkasnya.hy