Presiden RI Sekalipun Tidak Bisa Larang Aksi Bela Islam "212"

oleh -69 views
Habib Rizieq Shihab (Net)

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab, menegaskan
tidak ada orang ataupun lembaga manapun yang berhak melarang aksi unjuk
rasa “bela Islam III” pada 2 Desember 2016 (212) mendatang, termasuk kapolri bahkan Presiden RI. 
“Rencana aksi Tanggal 2 Desember 2016 adalah unjuk rasa yang dilindungi UU Nomor 9 tahun
1998. Siapapun orangnya di Negara Republik Indonesia tidak boleh
melarang suatu unjuk rasa yang dijamin oleh UU,Ppresiden RI sekalipun tidak berhak melarangnya,”
ujar Rizieq di Kantor Bareskrim Polri, Gedung Kementrian kelautan dan
Perikanan, Rabu (23/11/2016), seperti dilansir  laman rimanews 
Implikasinya, Rizieq mengatakan, siapapun yang menghalangi atau
menghadang suatu unjuk rasa yang dilindungi oleh UU dapat dikenakan
pidana. 
“Jadi kalau presiden atau kapolri atau siapapun mencoba
menghalangi suatu unjuk rasa damai yang sudah dilindungi UU tersebut,
maka beliau bisa dipidana satu tahun penjara. Jadi sekali lagi aksi 212
adalah aksi unjuk rasa yang dilindungi dan dijamin oleh UU,” tegas
Rizieq. 
Baca Juga Ini; – Berikut …. Enam Point Taushiyah Kebangsaan MUI Terkait Rencana Aksi 212

Tonton Juga Ini; – Video; MENGEJUTKAN MENGGETARKAN JIWA !!! “Pernyataan Panglima TNI Jendral.TNI Gatot Nurmantyo Terkait Rencana Aksi Unjuk Rasa Bela Islam 2 Desember 2016”
Sebelumnya, Kapolri menengarai ada upaya makar dalam demo 2
Desember mendatang. Pernyataan ini kemudian disambut oleh maklumat
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan yang mengeluarkan maklumat untuk
pendemo. 
Salah satunya, unjuk rasa tidak ditujukan untuk melakukan makar,
atau penguasaan lembaga negara yang bertujuan untuk menggulingkan
pemerintahan yang sah. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.