Petani Papua Bekerja Paling Pagi, Dapat Kesejahteraan Paling Terakhir

oleh -20 views

SENTANI-PAPUA,  SriwijayaAktual.com – Ketua Gerakan Petani Nusantara (GPN) Pusat,
Hermanu Triwidodo mengatakan Menurutnya, Papua ini sebenarnya memiliki
potensi luar biasa, ketersediaan lahan subur, kekuatan adat dan kearifan
lokal serta keragaman jenis tanaman pertanian pangan sebenarnya dapat
dijadikan kekuatan petani.
”Ubi jalar, sagu, aneka jenis kopi lokal, kako, buah merah merupakan
sedikit contoh potensi produk pertanian yang sudah terkenal berasal dari
Papua,” ujarnya.

PGN merupakan organisasi yang dibentuk hampir di seluruh Indonesia
ini, dalam pengembangannya memang agak lambat. Karena semua dimulai dari
sistem yang paling bawah, artinya dimulai dari petani itu sendiri untuk
mengembangkan dirinya.
“Organisasi ini berbeda dengan organisasi yang lain, kita bergerak
sendiri tanpa ada dukungan dari manapun. Karena organisasi ini diajarkan
untuk tidak menjadi organisasi yang peminta-minta. Tidak ada sebuah
kemuliaan atau kemerdekaan kalau tidak dari petani itu sendiri,”
ujarnya.

Artikel Menarik Lainya!:   5 Rumah H4ntu Paling Populer Di Dunia

Hermanu mengatakan,  hal tersebut dalam kegiatan pelantikan perintis
pengembangan GPN Papua yang dilakukan di Sentani, seperti dilansir Kamarberita.com Rabu (30/3/2016). Kegiatan
ini diikuti oleh 150 orang perwakilan petani dari 29 kabupaten
se-Provinsi Papua. Kegiatan ini dihadiri juga oleh anggota DPR RI Komisi
IV, Sulaiman L. Hamzah.

Hermanu menjelaskan kemiskinan stuktural yang terjadi di Papua itu
merupakan salah satu yang terbesar. Menyitir data dari Badan Pusat
Statistik (BPS) 2014, ia menyebut sebanyak 31,98 persen penduduknya
masuk dalam kategori miskin dan sebagian besarnya merupakan petani.
”Potret kemiskinan ini bukanlah hal baru karena sudah terjadi sejak
lama. Sayangnya sampai sekarang, hadirnya berbagai program dan kebijakan
dari pemerintah belum menunjukkan hasil yang memuaskan,” ujar staf
pengajar Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Artikel Menarik Lainya!:   Kembali Didemo, Ini Respons Ahok Terhadap Para Pendemo 'Umat Islam'

Hermanu melihat kondisi yang telah berlangsung lama di Papua ini
sepatutnya bisa menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat. ”Saudara
kita, petani di Papua itu bangun dan bekerja paling pagi, namun
mendapat informasi dan sejahtera paling terakhir. Tentu saja ini tidak
adil. Terlebih sumber daya yang dimiliki berlimpah namun tak dinikmati
sepenuhnya oleh petani,” ujarnya.

Sulaiman L Hamzah mengatakan kebutuhan petani di Papua cukup
kompleks. Karena itu, ia menyelesaikan masalah tersebut membutuhkan
waktu yang lama dan secara bertahap.
“Secara nasional ini memang program dari pusat yang diberikan kepada
kami di Komisi 1V DPR RI, sekaligus mensurvei keluhan dan keberhasilan
petani di seluruh Indonesia,” ujarnya

Untuk memulai semua rangkaian pekerjaan yang dilakukan terhadap petani itu sendiri, dimulai dari petani sawah.
“Sebagian fasilitas yang telah diberikan kepada para petani kita di
Papua, tentu belum mencukupi apa yang harus dilakukan dengan lahan kita
yang cukup luas. Untuk kita kita mulai dari petani yang bekerja di
sawah, secara bertahap akan dikembangkan kepada mereka yang bekerja di
lading,” ujarnya.

Artikel Menarik Lainya!:   ASTAGA !!! Wakil Ketua DPRD Mesuji 'Bonyok' Mengenaskan Dipukuli Warga

Sulaiman mengatakan untuk mengakomodir semua itu pihaknya membutuhkan
wadah yang kompoten. Melalui wadah tersebut semua kebutuhan yang
diinginkan para petani dapat dipenuhi. Sudah ada badan pengurus yang
dilantik dari 20 perwakilan kabupaten yang ada di Papua.
“Ini merupakan sebuah gerakan moral, dengan membentuk sebuah wadah
disetiap daerah yang kami sebut dengan gerakan pateni nusantara. Kenapa
demikian, karena melalui GPN ini semua kebutuhan petani dapat di
akomodir didalam kelompok atau wadah tersebut,” tandasnya. (nik kamar
berita).