Peringatan Hari Bumi 2016 Walhi, Di Palembang

oleh -

                                              Foto Kader Walhi Di Pelataran BKB Palembang

PALEMBANG – Peringatan hari bumi tahun 2016 ini dirayakan Walhi dengan
karnaval Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) XII. Karnaval PNLH
dimulai dari pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang dengan dilepas
secara resmi oleh Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda N Kiemas, (22/4/2016).

Karnaval diikuti oleh peserta PNLH Walhi XII seluruh Indonesia,
kelompok pecinta alam dan puluhan pelajar kota Palembang. Dalam
karnavalnya, Walhi juga mengikutsertakan komunikas pecinta sepeda oentel
dan komunitas seni traditional Palembang.

Karnaval peringatan hari bumi dibuka dengan longmarch menuju kawasan
Kambang Iwak (KI) Park dan pelataran rumah dinas walikota Palembang.
Dalam aksi karnavalnya, Walhi juga membawa bola dunia yang disimbolikkan
bola globe ukuran besar. Sepanjang perjalanan itupun, peserta karnaval
menyanyikan lagu-lagu daerah.

Artikel Menarik Lainya!:   3 Daerah Sengketa Sisa Pilkada 2015, Akan Diputuskan Tahun Ini

Ketua Dewan Nasional Walhi, Dadang Sudardja mengatakan karnaval yang
dilaksanakan menjadi bagian dari pelaksanaan PNLH di kota Palembang.
Selain karnaval, akan banyak serangkaian kegiatan kampaye lingkungan
hidup yang digelar menyambut PNLH tahun ini.

“Ini menjadi bagian dari momentum organisasi tahunan.
Tahun ini, penyelenggaraannya di Palembang dengan mengkritisi
kerusakan lingkungan yang pernah terjadi di Sumsel, yakni kebakaran
hutan dan lahan (karhutla),”ungkapnya usai karnaval.

Lanjut Dadang, Dadang mengatakan, serangkaian PNLH lainnya juga diisi dengan
seminar, workshop, semiloka hingga pemilihan pengurusan kepengurusan
Walhi. Serangkaian kegiatan juga akan dihadiri oleh pemerintah pusat,
daerah dan pemangku jabatan lainnya.
“Dengan tema Indonesia Adil Lestari, utamakan keselamatan rakyat,
Walhi mengajak masyarakat terutama pemerintah guna terus melestarikan
lingkungan,”ujarnya.

Artikel Menarik Lainya!:   40 Hari Berjalan Kaki Ke Jakarta, Jokowi Dimohon Buka Pintu Istana serta Berpihak ke Petani Deli Serdang

Apalagi, kata Dadang, Sumsel pernah mengalami bencana kebakaran hutan
dan lahan (Karhutla) yang terluas di Indonesia tahun lalu. Dalam PLNH
Walhi XII kedepan, Walhi tentu akan merekomendasikan akan permasalahan
lingkungan di Sumsel.
“Karhutla menjadi salah satu rekomendasi dalam pertemuan nasional, terutama penguasaan wilayah gambut,”ungkapnya.

Ketua DPRD Sumsel, Giri Ramanda mengatakan pengalaman Sumsel menjadi
wilayah terluas Karhutla, telah diantisipasi kalangan legislatif daerah.
DPRD Sumsel telah menerbitkan Perda dalam pengantisipasi karhutla.
Dalam Perda itu, pelaku aksi pembakar akan ditindak tegas.

“Sehingga konsen pengendaliannya, di pemerintah daerah. Bupati dan
walikota hendaknya menjalankan aturan daerah itu dengan tegas. Hal ini
agar pelaku jera melakukan aksi kebakaran lahan dan hutan,”ungkapnya.

Artikel Menarik Lainya!:   Lagi, Walikota Palembang Lakukan Penilaian Kinerja Pejabat Eselon II

Serangkaian PLNH, kata Giri hendaknya menelurkan berbagai rekomendasi
dalam perlindungan dan pelestarian lingkungan terutama di Sumsel.
“Memperingati hari bumi, kita semua diajak menjaga lingkungan, dan menghentikan perusakan alam,”ungkapnya.

Setelah karnaval juga diselenggarakan aksi teratrikal ‎ dari
mahasiswa dan berbagai orasi politik dari fungsionaris Walhi nasional. (Realleas Walhi).

No More Posts Available.

No more pages to load.