Penting! Anatomi Payud3ra Perempuan serta Masing- masing Kegunaanya

oleh -
Penting! Anatomi Payud3ra Perempuan serta Masing- masing Kegunaanya
ilustrasi

Roda Duniawi – Payud3ra wanita bisa memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Namun anatomi payud3ra pada tiap kaum hawa tentu sama.

Struktur payud3ra wanita umumnya meliputi put!ng susu, areola, lobulus untuk memproduksi ASI, hingga jaringan lemak. Banyaknya jaringan lemak ini akan menentukan ukuran payudara seorang perempuan.

Dengan mengetahui struktur anatomi payud@ra, Anda dapat lebih memahami fungsi dan kelainan yang mungkin terjadi pada organ ini.

7 Bagian anatomi payud3ra pada wanita.
Payud3ra adalah salah satu organ krusial bagi wanita. Organ ini terbentuk sejak pubertas dan berperan penting dalam aktivitas s3ksual dan produksi air susu ibu (ASI).Seperti apakah anatomi payud3ra wanita dan masing-masing fungsinya?

Areola

Areola adalah area gelap di bagian tengah buah dada. Anatomi payudara ini merupakan jalan keluar ASI.Areola memiliki kelenjar kecil bernama kelenjar Montgomery, yang akan menghasilkan cairan lubrikasi pada puting susu saat seorang ibu menyusui buah hati.

Puting susu

Puting susu merupakan pusat dari areola. Ketika mengalami rangsangan, puting susu bisa mengalami ereksi. Misalnya, saat menyusui, terpapar udara dingin, atau melakukan aktivitas seksual.

Lobus dan lobulus

Payudara wanita umumnya memiliki 15 hingga 20 lobus. Di dalam tiap lobus, terdapat struktur yang lebih kecil bernama lobulus.Lobulus tersebut dikenal dengan istilah kelenjar glandular, yang berfungsi memproduksi ASI selama seorang wanita menyusui.

Duktus

Duktus termasuk anatomi payudara berupa saluran yang menghubungkan lobus dan lobulus. Saluran ini berperan menyalurkan ASI yang telah diproduksi.Duktus-duktus kecil akan bergabung dan membentuk duktus besar. Duktus berukuran besar ini kemudian menyalurkan ASI ke puting ibu.

Jaringan ikat dan ligamen

Jaringan ikat dan ligamen berperan menyokong dan memberikan bentuk pada payudara seorang wanita.

Jaringan adiposa

Jaringan adiposa atau jaringan lemak adalah salah satu unsur pembentuk utama payudara.Jaringan lemak ini tidak hanya terdapat pada payud3ra, tapi juga di sekitar buah dada. Misalnya, di lengan bagian bawah, tulang selangka, hingga di sekitar tulang rusuk.

Sistem limfatik dan vaskuler

Payud3ra juga mempunyai pembuluh darah, serabut saraf, kelenjar getah bening, dan pembuluh limfe.

Limfe atau getah bening adalah cairan yang mengalir melalui sistem limfatik. Limfe membawa sel yang membantu tubuh dalam melawan infeksi.

Saluran getah bening pun mengalirkan limfe ke kelenjar getah bening, yang juga termasuk bagian dari sistem limfatik.

Kelenjar getah bening terletak pada ketiak, dada, dan di bawah tulang selangka. Pada kondisi kanker payudara, sel-sel kanker yang sudah mencapai kelenjar ini akan menandakan bahwa kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Selain di tubuh bagian atas, kelenjar getah bening juga dapat ditemukan pada perut dan selangkangan.

Payud^ra wanita vs payud3ra pria
Payud^ra terletak pada otot pektoralis yang terletak di dada. Pria dan wanita sejatinya memiliki anatomi payudara yang serupa.

Perbedaan payudara wanita dan pria terletak pada anatomi utama di bagian dalam payudara dan fungsinya.

Payud3ra kaum hawa berperan memproduksi air susu ibu setelah melahirkan. Sedangkan payudara pria tidak dirancang untuk menciptakan cairan ini.

Apabila terjadi pembesaran payud3ra yang tidak normal pada pria, kondisi ini disebut ginekomastia.

Faktor risiko dan gejala gangguan pada payud3ra.
Timbulnya benjolan pada payudara merupakan kondisi yang harus diperhatikan.

Benjolan ini mungkin tergolong jinak maupun ganas.Benjolan di payud3ra yang bersifat jinak dapat menandakan adanya kista, fibrokistik, fibroadonoma, ataupun infeksi pada jaringan payudara.

Namun benjolan pada payudara juga bisa lebih berbahaya, yaitu disebabkan oleh kanker (tumor ganas). Wanita memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi daripada pria.

Beberapa kondisi tertentu dapat membuat sebagian mempunyai risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Contohnya, memiliki satu atau lebih anggota keluarga kandung yang terkena kanker payudara, pernah mengalami kanker payudara, serta memiliki ‘gen kanker’ yang diturunkan secara genetik.

Selain benjolan abnormal, gejala-gejala kanker payud3ra yang mesti dapat dikenali meliputi:

  • Perubahan ukuran atau bentuk pada payud3ra
  • Timbul benjolan di bawah ketiak
  • Pembuluh darah tampak muncul di permukaan payud3ra
  • Tiba-tiba keluar cairan dari puting susu, padahal tidak menyusui
  • Luka atau ruam pada puting payudara
  • Rasa nyeri di payudara yang tidak kunjung hilang
  • Payud3ra tampak bengkak, kemerahan, atau kulitnya tampak lebih gelap
  • Puting susu atau kulit payud3ra yang mengerut ke bagian dalam (seperti kawah)
  • Kulit payud3ra tidak mulus, misalnya tampak seperti kulit jeruk

Jika timbul gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter akan mengecek kondisi dan anatomi payud3ra pasien guna mengetahui penyebab di balik munculnya gejala.Mengenali anatomi payudara dan gejala kanker payud3ra sejak dini sangatlah penting. Pasalnya penyakit ini dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan. [sehatq]

No More Posts Available.

No more pages to load.