Pemerintah dan Banggar DPR RI Sepakati 4 Poin Asumsi Migas RAPBN-P 2016

oleh -

Ilustrasi/Oil

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI
menggelar Rapat Panja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan
dengan Pemerintah untuk melanjutkan Pembahasan Asumsi Dasar, Pendapatan,
Defisit dan Pembiayaan dalam RAPBN-P Tahun Anggaran 2016.

Rapat
sempat diskors selama 1 jam untuk melakukan lobi-lobi tertutup antara
Pemerintah dan Anggota Banggar. Dalam rapat tersebut, pemerintah
diwakili oleh Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara,
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) IGN Wiratmaja,
serta Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Amien Sunaryadi.

Usai
melakukan lobi tertutup, Pemerintah dan Banggar sepakat menetapkan
asumsi ICP USD 40 per barel, lifting migas 820.000 barel per hari,
lifting gas 1,15 juta barel setara minyak per hari dan cost recovery USD
8 miliar. Setelah itu, rapat akan kembali dilanjutkan pada Kamis
(16/6/2016).

“Kami putuskan ini dan rapat diskorsing sampai besok
pukul 10.00 WIB. Dan kami minta pemerintah berdasarkan putusan ini
melakukan perhitungan berapa produksi dan pendapatannya,” ujar Ketua
Banggar Kahar Muzakir di Ruang Banggar DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Berikut perubahan asumsi sektor ESDM hasil rapat Pemerintah dengan Anggota Banggar DPR RI:

1.
Pemerintah ajukan ICP sebesar USD 40 per barel, sementara Komisi VII
ajukan ICP sebesar USD 45 per barel. Banggar putuskan USD 40 per barel
asumsi ICP dalam postur RAPBPN 2016.

2. Pemerintah ajukan lifting
sebesar 820.000 barel per hari, dan Komisi VII ajukan lifting ICP
820.000 barel per hari, Banggar putuskan lifting 820.000 barel per hari.

3.
Pemerintah ajukan lifting gas 1,15 juta barel setara minyak per hari
dan Komisi VII ajukan lifting 1,15 juta barel setara minyak per hari.
Banggar putuskan lifting gas 1,15 juta barel setara minyak per hari.

4.
Pemerintah ajukan cost recovery USD 11 miliar, sementara Komisi VII
ajukan cost recovery USD 9 miliar. Banggar putuskan cost recovery USD 8
miliar.

 Sumber, Merdeka.com

No More Posts Available.

No more pages to load.