PD Pasar Palembang Jaya Berencana Naikan Harga Sewa Kios Pasar Tradisional

oleh -24 views

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com –  Minimnya
kontribusi yang diberikan PD Pasar Palembang Jaya terhadap Pendapatan
Asli Daerah (PAD) Kota Palembang, membuat PD Pasar Jaya berencana akan
menaikan tarif sewa kios diseluruh Pasar tradisional Kota Palembang. PD
Pasar memperkirakan kenaikan tarif sewa akan berlaku pada pertengahan
tahun 2018 mendatang. Hal ini mengacu dari hasil survei yang dilakukan
tim PD Pasar disejumlah kota besar lain, seperti Kota Bogor, Kota
Bandung, dan Surabaya.
Plt Direktur Utama PD Pasar Palembang
Jaya, Asnawi P Ratu menyatakan, proses kenaikan harga sewa pasar ini
tinggal menunggu diterbitkannya Peraturan Walikota (Perwali). Dengan
adanya perwali tarif sewa akan diberlakukan secara otomatis
“Hasil survei kita menggambarkan jika
harga sewa yang diterapkan sekarang tidaklah lagi sesuai. Karena mengacu
pada Perwali yang ditetapkan tahun 2011 lalu, sudah pantas naik
memang,”kata Asnwai, seperti dilansir Beritamusi.com Minggu (8/5/2016).
Menurutnya, harga sewa kios di Pasar
Cinde yang masuk kategori A saja hanya berkisar Rp 250 ribu per tahun.
Jelas sudah tidak sesuai dengan kondisi, terlebih saat ini hampir
sebagian besar terus diperbaiki.
“Jadi kita putuskan harga sewa seluruh
pasar harus naik. Namun, kalau Perwali sudah terbit, kita pasti akan
lakukan sosialisasi lebih dulu ke pedagang, tidak langsung
dinaikkan,”ucapnya.
Untuk besaran kenaikan, Asnawi sendiri
mengakui belum mengetahui secara pasti angkanya. Namun ia memastikan,
besaran kenaikan akan disesuaikan dengan tipe pasar dan peningkatan
pelayanan dari PD Pasar Palembang Jaya bagi kenyamanan seluruh pedagang
maupun pembeli. Ini tidak lain upaya dari PD Pasar menciptkan pasar yang
nyaman dan bersih.
“Besarnya pasti sesuai dengan pelayanan
yang diberikan ke pedagang. kemungkinan berkisar 20 persen dari harga
sewa selama ini, namun pihaknya belum akan menaikkan tarif retribusi
harian sebesar Rp 5 ribu per pedagang di pasar tradisional,”tukasnya.
Herman pedagang Pasar 16 Ilir Palembang,
berharap Pemerintah untuk menunda terlebih dahulu tarif sewa kios,
karena saat ini pendapatan pedagang belum begitu maksimal karena gejolak
ekonomi yang belum stabil.
“Selain itu juga PD Pasar harus
melakukan perbaikan pelayanan, minslanya fasilitas umum yang belum
memadai di Pasar serta kertertiban dan kenyamanan belum sepenuhnya
dirasakan pedagang maupun pembelu,”kata Herman.
Pihaknya juga berharap kisruh
pengelolaan pasar 16 Ilir segera berakhir antara PD Pasar Jaya Palembang
dengan PT Ganta Tahta Prima, karena kisruh ini membuat pedagang menjadi
resah, oleh karena itu Walikota segera memutuskan status pengelolaan
Pasar 16 Ilir Palembang. (Supardi)

Artikel Menarik Lainya!:   Pengamanan Skala Nasional, Selama Bulan Ramadhan Hingga Idul Fitri 2016