PBB Siap Menggugat, Jika Hasil Pemilu 2014 Jadi Syarat Nyapres 2019

oleh -45 views
(Ilustrasi)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Wacana hasil pemilu 2014 menjadi dasar partai politik
mengusung calon presiden di pemilu 2019 terus mendapat penolakan. Kali
ini penolakan datang dari Partai Bulan Bintang (PBB). PBB menilai
gagasan tersebut tidak fair.
Wakil Ketua Umum DPP PBB Jamaludin Karim menentang keras wacana hasil
pemilu 2014 menjadi patokan untuk pemilu 2019. Menurutnya, hasil 2014
untuk 2019 tidak fair dalam kontestasi politik di pemilu mendatang. “gak
fair dong, Masa suara udah basi digunakan lagi, kata Jamaludin kepada
wartawan, Sabtu (24/9/2016).
Lagian, lanjut dia, di dalam keputusan Mahkamah Konstitusi (MK)
ditegaskan bahwa partai peserta pemilu berhak mengusung calon presiden.
Itu artinya partai yang baru lolos verifikasi-pun bisa mengusung capres.
“ itukan partai peserta pemilu tidak dibatasi tahun berapa, jadi
peserta pemilu, dia berhak ikut. Keputusan tidak bisa berlaku surut,”
jelasnya.
Jika hasil 2014 digunakan untuk 2019, berarti terjadi pemaksaan
kehendak, karena partai-partai dipaksa untuk bergabung dan berkoalisi
untuk mengusung capres. “jangan memaksakan, nanti mudah didudat di MK,
karena diskriminatif,” tegas Jamal.
PBB, kata Jamal, berencana menggugat ke MK jika wacana ini tetap dipaksakan dan keyakinan bakal dibatalkan oleh MK sangat besar.
Seperti tahun 2014, partai di parlemen tidak usah dilakukan
verifikasi ulang, akhirnya MK menolak karena diskriminatif dan semua
parpol diverifikasi ulang oleh KPU, jelas Ketua harian DPP PBB itu.
“Jadi kalau dibatalkan lagi nanti buang-buang waktu, lebih baik
berikir untuk semua bukan untuk kepentingan pribadi,“ tutupnya. (sr.kb)

No More Posts Available.

No more pages to load.