Pansus DPR; Menguat Wacana Usulan Penyatuan BNPT Dengan Densus 88

oleh -
Ilustrasi/Ist

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Ketua Panitia Khusus (Pansus)
revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme, M Syafi’i
mengatakan di internal Pansus menguat wacana untuk mengusulkan penyatuan
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dengan Densus 88 antiteror
dalam satu badan.

“Menguat keinginan agar ini lebih bersinergi
dan birokrasi lebih sederhana jadi disatukan saja,” katanya di Gedung
Nusantara II, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Ia mengatakan selama ini
kedua institusi itu berada dibawah koordinasi yang berbeda, BNPT dibawah
Kemenkopolhukam, dan Densus 88 dibawah Kepolisian. Syafi’i menjelaskan
BNPT lakukan pengawasan dan pencegahan serta kalau diindikasikan harus
ada penindakan sehingga perlu satu perintah agar lebih mudah.

“BNPT
untuk pencegahan, penindakan dan pascapenindakan. Apakah Densus atau
yang lain namun untuk penindakan harus ada yang khusus,” ujarnya.

Politikus
Gerindra itu menilai penyatuan keduanya tidak masalah, karena
operasi-operasi yang dilakukan Densus 88 harus berdasarkan kajian BNPT.

Dia
mengatakan sejauh ini kinerja Densus 88 dipertanyakan misalnya dua
korban di Cawang tidak diketahui namanya oleh Densus karena
penangkapannya tidak dikaji dan diteliti.

“Padahal harus ada
penelitian yang valid, baru ada penindakan. List teroris dari BNPT yang
seharusnya dijalankan Densus 88,” katanya.

Syafi’i menekankan penyatuan BNPT dan Densus agar ada penindakan dan pencegahan yang sejalur.

Sumber : Antara

No More Posts Available.

No more pages to load.