Pakar HTN; Tidak Ada Alasan Lagi Untuk Perpanjang Masa Jabatan Kapolri Jendral (Pol) Badrodin Haiti

oleh -

Foto,  Prof. Dr. Juanda SH.MH

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Pakar Hukum Tata Negara (HTN)  dan Pemerintahan Daerah Prof. Dr. Juanda SH.MH menyatakan tidak ada cukup alasan bagi presiden untuk memperpanjang masa jabatan Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti (BH). Karena itu, seharusnya presiden sudah mempersiapkan nama untuk pengganti BH.

Juanda mengatakan UU nomor 2 tahun 2002 telah dengan jelas mengatur tentang masa dinas dan jabatan Kapolri. Di antaranya, kata dia, mengenai batas umur pejabat yang menduduki jabatan.
“UU kan jelas, bahwa umur sekian pensiun, umur sekian harus selesai. Itu sudah mempunyai satu kepastian hukum bahwa tidak bisa ditawar-tawar. Lebih satu hari aja tidak boleh. Itu melanggar dari UU Aparatur Sipil Negara. Artinya saya kira ini tidak boleh terjadi dalam kondisi normal,” ujar Juanda di Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Juanda menyampaikan memang ada kondisi dan situasi tertentu dimana presiden dapat memperpanjang masa jabatan Kapolri. Situasi itu, kata dia, biasanya menyangkut situasi urgen yang memang mengharuskan masa jabatan Kapolri diperpanjang.
“Artinya, saya lihat saat ini tidak ada alasan untuk memperpanjang masa jabatan kapolri Badrodin Haiti. Alasannya, tidak ada yang urgent untuk bisa diterima secara obyektif saat ini. Misalnya kondisi darurat, misalnya mau pemilu. Tapi ini kan tidak ada hajat nasional. Nah itu kan salah satu alasan,” paparnya.
Juanda menambahkan justru akan aneh jika presiden memperpanjang masa jabatan Badrodin tanpa alasan yang rasional. Pasalnya, publik akan pasti bertanya mengenai kualitas kaderisasi serta regenerasi di struktur Polri.
“Misalnya bahwa tidak cukup calon. Tidak ada calon yang siap ditunjuk Kapolri misalnya. Khan ini calon ada. Khan banyak pejabat Polri yang sudah bintang tiga. Disatu sisi tidak ada yang urgent secara nasional. Jadi karena itu, secara hukum tidak bisa diterima kalo diperpanjang. Kecuali kalo alasan politik. Berarti hukum tidak lagi menjadi acuan sebagai pemerintahan. Ini jadi boomerang nanti. Katanya mau menegagakkan hukum dan etika,” jelasnya. (Art/Nusantaranews.co)

Artikel Menarik Lainya!:   Menikmati Es Krim Corona saat Musim Panas

No More Posts Available.

No more pages to load.