Oh Tidak !!! Terjadi Pergerakan Tanah, Ratusan Rumah Warga Rusak Parah

oleh -
Seorang warga berjalan di samping tanah yang retak (Ist)

SUKABUMI-JAWA BARAT, SriwijayaAktual.com – Bencana pergerakan tanah di Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat semakin meluas.

“Hingga Minggu  (24/7/2016) siang jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan
263 unit,’’ ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo.

Rinciannya, sebanyak 135 rusak berat, 85 rusak sedang, dan sebanyak
43 unit rusak ringan. Data tersebut hanya sementara karena pergerakan
tanah di lokasi masih terus berlangsung. Selain merusak permukiman
warga, bencana pergerakan tanah juga merusak sejumlah masjid atau
mushala, majelis taklim, satu Sekolah Dasar, dan satu Posyandu.

Usman menambahkan, Pemkab telah menyediakan lokasi pengungsian di SD
Nagrakjaya. Namun, sebagian warga lebih memilih mengungsi ke rumah
keluarganya. Hingga kini sudah ratusan jiwa yang telah mengungsi.
Bencana tersebut lebih banyak melanda permukiman warga di Desa
Nagrakjaya. Kedua desa ini sama-sama berada di bawah tebing Gunung Sapu
yang rawan longsor. Menurut Usman, upaya penanganan bencana pergerakan
tanah ini dengan melibatkan petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan
elemen masyarakat lainnya.

Selain itu, Pemkab juga telah berupaya menyalurkan bantuan darurat
kepada korban pergerakan tanah. Bantuan juga datang dari BPBD Jawa
Barat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukabumi, Dinas Sosial
(Dinsos) Sukabumi, perusahaan swasta, dan partai politik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Andi Kusnadi menambahkan,
Pemkab sedang melakukan kajian upaya relokasi terhadap warga yang
menjadi korban pergerakan tanah. “Rencananya dalam waktu dekat ini akan
mendatangkan tim geologi ke Curug Kembar,’’ ujar dia.

Jumlah warga yang direlokasi ungkap Andi, diperkirakan 300 KK dari satu kadusunan. (*).

Sumber, Republika.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.