Moratorium Ekspor Batu Bara ke Filipina Dicabut, Asal Negara Filipina ……….

oleh -
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan (Ist)


JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Menteri
Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar
Pandjaitan mengatakan telah meminta Filipina mengawal kapal Indonesia di
sekitar perairan negara itu. Luhut mengatakan hal tersebut harus
dilakukan kalau Filipina ingin Indonesia mencabut moratorium ekspor batu
bara ke negara tersebut.

“Harus ada pengawalan (dari Filipina) setiap kapal (pengangkut batu bara) yang telah lewat dari perbatasan Indonesia ke tempat loading (bongkar muat) dan sampai kembali ke perairan Indonesia,” kata Luhut di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (24//6/2016).

Menurut Luhut, sudah sepantasnya Filipina memastikan keamanan di
perairan negaranya. Apalagi keamanan itu berkepentingan untuk memenuhi
kebutuhan energi listrik di Filipina selatan yang sangat bergantung pada
pasokan batu bara asal Indonesia.

“Pengamanan setelah batas perairan Indonesia itu tanggung jawab
Filipina karena 96 persen kebutuhan batu bara untuk listrik di Filipina
selatan berasal dari Indonesia,” tambahnya.

Namun Luhut mengatakan, belum memiliki ancang-ancang rencana
pencabutan moratorium. Namun kata dia, batu bara akan kembali dipasok
jika Filipina bersedia mengawal kapal Indonesia yang melewati wilayah
perairannya.

“Menteri Pertahanan (Menhan) Ripublik Indonesia sudah bertemu dengan Menhan
Filipina, saya dorong untuk melakukan komunikasi yang lebih intens
terkait keamanan. Mudah-mudahan Filipina bisa merespons dengan bagus.
Itu bisa terlihat nanti dengan pemerintahannya yang baru,” kata dia.

Sebelumnya pemerintah memberlakukan moratorium ekspor batu bara ke
Filipina. Hal tersebut dilakukan menyusul adanya rentetan penyanderaan
anak buah kapal (ABK) warga Indonesia oleh kelompok bersenjata di negara
itu. (Adm).

Sumber, Viva.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.