Mengintip Jejak Brawijaya V di Gunungkidul

oleh -
Menelusuri jejak Brawijaya V di Gunungkidul. (Foto : blogobyekwisatakita.blogspot.com)
SriwijayaAktual.comPRABU Brawijaya V atau biasa dikenal dengan
Bhre Kertabhumi merupakan keturunan terakhir Kerajaan Majapahit
(1464-1478 M). Pada masa pemerintahannya, kekuasaan Majapahit hampir
menguasai seluruh daratan Asia Tenggara. Kekuatan prajurit tempur
Majapahit dibawah Brawijaya V yang dimpin Patih Gajahmada cukup
disegani, bahkan Kerajaan Mongol dibuat gentar dengan armada laut
Majapahit.

Namun kejayaan Majapahit akhirnya runtuh dengan kerajaan yang tak
begitu besar. Brawijaya V tunduk dibawah serangan Kerajaan Demak dibawah
pimpinan Raden Patah yang tak lain anaknya sendiri. Sang ayah
dikejar-kejar oleh anaknya sendiri hingga akhirnya Brawijaya V harus
melarikan diri ke berbagai tempat bersama pasukan setianya.

Artikel Menarik Lainya!:   Perkenalkan, Namanya "Astoetik", Karya Anak Bangsa

Brawijaya V juga sempat mengasingkan diri di Gunungkidul. Jejak
pelarian Raja Majapahit tersebut masih bisa ditemukan hingga saat ini
sebelum akhirnya Brawijaya V ‘mukso’.

Pantai Ngobaran
Tempat ini termasuk gugusan pantai selatan Jawa. Berlokasi di Desa
Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, tempat ini pernah
dijadikan lokasi persembunyian Brawijawa V dari kejaran Raden Patah.

Jejak peninggalan Brawijaya V masih bisa terlihat jelas di Pantai
Ngobaran ini. berbagai penganut agama atau kepercayaan. Di kawasan ini
terdapat tempat-tempat peribadatan seperti pura yang menghadap ke arah
pantai selatan.

Umat Hindu masih memanfaatkan pantai ini untuk melasti Hari Raya
Nyepi. Pura ini juga dipakai untuk upacara Galungan, selain itu umat
rutin setiap bulan purnama dan tilem melakukan persembahyangan.

Artikel Menarik Lainya!:   Ya Cacam ... Yang Sudah Dilaporkan Saja Banyak, Apalagi Yang Tidak dilaporkan" Kasus Kekerasan Seksual

Nama Ngobaran diambil dari kata ‘Kobar’ atau kebakaran yang melanda.
Konon ceritanya Brawijaya V melarikan diri bersama pasukan setianya,
namun mereka tak bisa lari kemana-mana lantaran di sisi selatan
terhalang pantai selatan.

Dalam pelarian itu Brawijaya V juga mengajak kedua istrinya, Bondang
Surati (istri pertama) dan Dewi Lowati (istri kedua). Dalam kondisi itu
akhirnya Brawijaya V memutuskan untuk membakar diri. Saat pati obong
(mengakhiri hidup dengan cara membakar diri) Brawijaya V mengajak serta
Dewi Lowati karena menganggap cintanya kepadanya tak sebesar Bondan
Surati.

Gunung Gambar
Gunung Gambar berada di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul. Di
sini berdiri Pura Ngesthi Beratha Dharma yang dibangun oleh prajurit
yang setia kepada Brawijaya V. Pura ini dibangun sebagai tempat
penghormatan kepada para kesatriya yang berperang habis-habisan dalam
melawan serangan pasukan Raden Patah.

Artikel Menarik Lainya!:   ASLI GLEGAR NIAN !!!!, Sehabis Ngamuk Bikin Onar Jalan, Tancap Gas Kencang ...Tabrak Tiang Serta Pohon..Nyebur Parit Nyungsep ..Tewas Seketika

Bekas-bekas perlindungan itu masih tetap ada. Hal ini terlihat dengan
adanya goa di atas Bukit Gambar sebagai persembunyian Brawijaya V.

Pura Ngasthi Beratha Dharma mulai di bangun secara permanen sekitar
tahun 2002. Dengan bangunan Candi Gedong paling kiri dan Panglurah
paling kanan. Di tengah-tengah yang merupakan sentral pemujaan dibangun
Padmasana. Bangunan suci ini merupakan punia dari Romo Pujo Broto Jati. (Van/KrJogja/Adm).

No More Posts Available.

No more pages to load.