MENCENGANGKAN !!!, Ini … Isi Lengkap Surat MUI Pusat ke Dubes Mesir di Indonesia dan Syekh Amr Wardani

oleh -57 views

Dok; Pengurus ICMI Pusat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Rencana kedatangan Syekh Amr Wardani untuk bersaksi
di gelar perkara kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok, membuat MUI mengirimkan surat kepada Duta
Besar (Duta Besar Mesir di Indonesia dan kepada Syekh Amr.
Seperti dikutip dari Rimanews (14/11/2016)  mendapat salinan surat MUI tersebut, yang
menggunakan bahasa Arab, tapi sejumlah petinggi MUI menolak memberikan
komentar tentang isi surat tersebut. Sekretaris Komisi Informasi dan
Komunikasi MUI,Asrori S. Karni meminta Rimanews untuk menghubungi Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI, Zainut Tauhid. “Saya tidak bisa menjelaskan soal (surat) itu.”
Dalam keterangannyaZainut mengakui MUI memang berkirim surat kepada Dubes Mesir dan Syekh Amr. “Benar. Surat itu dikirimkan hari ini ke Al Azhar,” katanya. 
Berikut adalah isi surat MUI kepada Duta Besar Mesir dan Syekh Amr yang ditulis dalam bahasa Arab dan sudah diterjemahkan oleh Rimanews:
Bersamaan dengan datangnya surat ini, kami berharap tuanku
sekalian dalam keadaan sehat wal afiat dan negara Mesir bertambah maju
dan sejahtera.
Sehubungan dengan kabar yang  telah banyak beredar tentang
ziarah/kunjungan Syaikh Mushtofa Amr Wirdani dari kantor pusat Darul
Ifta Negara Mesir ke Indonesia sebagai saksi ahli agama untuk perkara
penodaan dan penistaan ayat Al Quran surat Al Maidah ayat 51, yang
dilakukan oleh gubernur Jakarta seorang Nasrani/Kristen pada pidatonya
yang  dia sampaikan di tengah-tengah kerumunan masyarakat, maka kami
menyatakan kepada tuanku sekalian bebarapa hal/poin sebagai berikut: 
1). Bahwa kunjungan tersebut menimbulkan polemik yang luar biasa
pada bangsa dan masyarakat muslim Indonesia yang bisa mengantarkan pada
pergolakan sosial, perpecahan, dan menyalakan api fitnah yang luar
biasa, serta keresahan yang dialami oleh para ulama, cendekiawan, serta
tokoh-tokoh agama dan politik dari berbagai ormas, yayasan dan
elemen-elemen bangsa yg dikenal mmpunyai sikap yang adil, obyektif dan
toleran.
2). Bahwa kunjungan tersebut dianggap sebagai bentuk bagian
mencampuri urusan dalam negeri negara lain yang mempunyai kendali
pemerintahan/konstitusi dan agama yang sah.
3). Bahwa kunjungan tersebut mencerminkan sikap tidak mngakui peran
dan eksistensi Majelis Ulama Indonesia sebagai pemegang kendali agama
untuk menerbitkan fatwa dan bimbingan/sikap keagamaan bagi umat Islam
Indonesia, dan MUI yang tuanku telah berkunjung ke dalamnya pada bulan
Februari 2016 itu adalah representasi dari umat Islam Indonesia yang
tergabung di dalamnya lebih dari 70 ormas Islam.
4.) Bahwa kunjungan tersebut bisa dieksploitasi atau dimanfaatkan
oleh pihak-pihak tertentu baik dari dalam maupun luar negeri untuk
memperkeruh dan merusak hubungan yang baik dan harmonis yang telah
terjalin selama ini antara kedua negara (Indonesia dan Mesir) baik
secara kehidupan sosial maupun bernegara.
Baca Juga Ini; Bareskrim Polri Batal Hadirkan Saksi Ahli Ulama Dari Mesir

Oleh sebab itu, kami meminta kepad tuanku seklian agar memandang
perkara ini dengan pandangan yang cermat, arif, dan bijaksana serta agar
berkenan meluangkan segenap daya kemampuan untuk segera mengambil
langkah-langkah yang cepat guna menjaga Islam dan kaum muslimin di kedua
negara, serta kami meminta kepada tuanku sekalian, adanya bentuk
pengingkaran yang sangat terhadap segala jenis upaya dan niat jahat
dalam rangka mencabik dan merusak ukhuwwah/persaudaraan Islam serta mnebarkan segala bentuk fitnah. (*)

Kantor Pusat MUI
Ttd
Dr.Ma’ruf Amin
(KETUA UMUM)

Dan
Dr.Anwar Abbas
(SEKRETARIS UMUM)

No More Posts Available.

No more pages to load.