Larangan Menikah Dengan Pezin4

oleh -
Larangan Menikah Dengan Pezin4
Roda Duniawi – Ustadz, saya ingin penjelasan tentang ayat tentang laki-laki yang berzina tidak mengawini kecuali perempuan yang berzina. Apa maksudnya ustadz?

Yang anda maksud adalah quran surat an-Nur ayat 3 yang berbunyi,
الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An-Nuur: 3)

Adapun, Syaikh As-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa inilah ayat yang menunjukkan jeleknya zina. Zina itu menjatuhkan kehormaan pelakunya, juga menjatuhkan kehormatan orang-orang terdekatnya. Ayat ini menunjukkan bahwa laki-laki pezina hanya mendapatkan perempuan pezina, ia sesuai dengan kondisi pasangannya atau ia dijodohkan dengan orang yang tidak konsekuen dengan aturan Allah. Perempuan pezina pun demikian dipasangkan dengan yang setipe dengannya, yaitu dengan laki-laki pezina atau laki-laki musyrik.

Ini adalah dalil tegas, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, mengenai keharaman nikah seorang pezina sampai ia bertaubat. Dalil ini pun menunjukkan bahwa pezina tidaklah beriman ketika ia berzina. Sebagaimana hal ini juga ditegaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ يَزْنِى الزَّانِى حِينَ يَزْنِى وَهْوَ مُؤْمِنٌ
Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia sedang berzina.” (HR. Bukhari, dan Muslim).

Sekali lagi kita tekankan, Menikahi perempuan pezina adalah haram sampai ia bertaubat,  terserah yang menikahinya adalah yang menzinainya ataukah orang lain. Inilah yang benar tanpa ada keraguan. Inilah pendapat ulama, di antara yang berpendapat seperti ini adalah Imam Ahmaddan tiga Imam mazhab kecuali  Imam Malik. Imam Malik memberikan syarat harus melewati masa istibra’ atau menunggu si perempuan melahirkan bayinya baru bisa dinikahi. Meskipun yang akan menikahi wanita itu adalah lelaki yang berzina dengannya, menurut Imam Malik haram hukumnya selama si wanitanya hamil. Kecuali setelah dia melahirkan anaknya.

Sementara itu, Imam Abu Hanifah membolehkan akad nikah sebelum istibra’ ketika wanita tersebut hamil karena zina. Namun Abu Hanifah berpandangan bahwa wanita tersebut tetap tidak boleh disetubuhi sampai ia melahirkan. Imam Syafi’i dalam kasus ini membolehkan akad dan menyetubuhi wanita tersebut secara mutlak. Imam Syafi’i menganggap karena mani dari orang yang berzina tidak dimuliakan sehingga dalam hal nasab tidak dilekatkan.

Kenapa syariat islam melarang seseorang menikah dengan pezina yang belum bertaubat atau enggan bertaubat dari zinanya?  Karena Wanita pezina kalau lagi marah dan tidak senang pada suaminya, maka ia bisa mencari laki-laki lain sebagai tempat pelampiasannya. Begitu juga sebaliknya lelaki pezina.

Wanita pezina akan mengantarkan suaminya pada hal yang diharamkan. Wanita pezina  akan membuat suaminya bisa mencari wanita lain sebagai tempat pelampiasan syahwat. Begitu pula laki-laki pezina akan membuat istrinya memikirkan mencari laki-laki lain untuk hal serupa.

Wanita pezina akan membuat suaminya kehilangan rasa cemburu sehingga jadilah suaminya seorang dayyuts  atau lelaki yang tidak punya rasa cemburu yang di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan, “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: (1) pecandu khamar, (2) orang yang durhaka pada orang tua, dan (3) dayyuts, yaitu orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad)

Artikel Menarik Lainya!:   Jangan Kaget, Misteri Terowongan Rahasia Danau Singkarak ke Danau Maninjau

No More Posts Available.

No more pages to load.