Lagi, Walikota Palembang Lakukan Penilaian Kinerja Pejabat Eselon II

oleh -
 
  Ket/Foto/Net

PALEMBANG, SriwijayaAktual.comSejak
November 2015 lalu setidaknya ada 108 jabatan di lingkungan Pemerintah
Kota (Pemkot) Palembang yang dilakukan rolling. Walikota Palembang pun
mengambil inisiatif untuk melakukan penilaian kinerja atau assessment
terhadap seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Palembang.
Assessment yang rencananya akan diikuti
23 pejabat pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut akan
digelar di Lembaga Administrasu Nasional (LAN) Kota bandung pada pada
23-24 Mei mendatang.
Plt Sekretaris Daerah Palembang
Kurniawan menyatakan, jika assessment ini bertujuan untuk pemetaan
kemampuan para pejabat yang menduduki posisi strategis saat ini.
“Penyebab assessment itu ada tiga, untuk
pemetaan, roling jabatan, serta peningkatan jabatan. Sementara,
assessment yang akan diikuti pejabat ini bertujuan untuk memetakan
kemampuan mereka. Sesuai atau tidak dengan posisi sekarang, jika memang
tidak maka bisa saja diroling,” ucapnya usai memimpin rapat koordinasi
di ruang rapat Parameswara Kantor Walikota Palembang, dilansir Beritamusi.co.id Senin (16/5/2016).
Menurutnya, assessment ini bersifat
normal yang artinya hasil tersebut hanya akan menjadi kepentingan
Walikota mengetahui kemampuan bawahannya. Assessment inipun sifatnya
berbeda dengan yang diikuti oleh 12 pejabat eselon II lainnya di
Palembang yang saat ini masih harus mengikuti tahapan lain untuk
“memperebutkan” posisi.
“Kalau assessment bagi peserta seleksi
terbatas tersebut sifatnya khusus. Untuk dijadikan acuan pemilihan
pejabat yang mengisi posisi strategis. Beda juga jika dibuka lelang
terbuka untuk pengisian jabatan,” katanya.
Untuk seleksi terbuka, assessment
dilakukan suatu posisi yang kondisinya kosong dan dibuka seleksinya bagi
siapa saja yang memenuhi kualifikasi yang disyaratkan. “Biasanya ada
persyaratan harus mendapatkan persetujuan pimpinan langsung, misal
Walikota atau Bupati untuk pencalonan diri. Jika mendapat persetujuan
baru bisa mendaftar untuk seleksi itu,” terangnya.
Proses assessment ini dikatakannya
memang bisa juga diperuntukkan bagi pejabat eselon III atau di bawahnya.
“Hanya saja, kepentingannya. Assessment itu pakai dana loh, besar
dananya. Jadi kalau tidak penting, ya untuk apa,” tuturnya. (Supardi)

Artikel Menarik Lainya!:   Polres Prabumulih Gagalkan Penyelundupan BBM Ilegal

No More Posts Available.

No more pages to load.