Keluhan Sopir Bus Pariwisata; Pungli Oknum Aparat Polres Magelang

oleh -

Ilustrasi/Net
MUNGKID-MAGELANG-JATENG, SriwijayaAktual.com  – Kinerja aparat Polres Magelang
dikeluhkan para sopir bus pariwisata. Mereka merasa menjadi korban
penarikan uang secara ilegal alias Pungutan Piar (Pungli). Para sopir
dimintai uang oleh oknum polisi tanpa alasan yang jelas.
Seperti yang dialami Santoso, 45, sopir
bus asal Cilacap. Ia mengaku dimintai sejumlah uang. Itu terjadi saat 
membawa penumpang ke Candi Borobudur  dihentikan oleh dua petugas di
Jembatan Progo arah Candi Borobudur.

“Kami memang disuruh membawa bus reguler
oleh pemilik, karena bus pariwisatanya sudah penuh job. Dan, bus tidak
kami beri tulisan pariwisata,” katanya kemarin (29/5/2016).
Hanya karena kasus ini dia lalu
ditilang. Kemudian petugas meminta supaya dia membayar Rp 500 ribu
setelah melalui proses negosiasi. Menurutnya, kejadian ini juga kerap
menimpa rekan-rekannya sesama sopir bus pariwisata.
“Saya hampir setiap minggu ke sini.
Kalau terus-terusan seperti ini, bukan tidak mungkin para sopir  enggan
mengantar pengunjung berwisata ke Candi Borobudur,” jelasnya.
Ia mengatakan para sopir  mengeluh
karena kenyamanan wisatawan terganggu. Apalagi mereka datang membawa
penumpang yang notabene adalah wisatawan. “Kalau lokasi kunjungan
wisatawan tidak ramah dan banyak hambatan di jalan, saya rasa banyak
yang malas berkunjung,” tuturnya.
Sopir bus lainya, Suherman, 50, asal
Indramayu, Jawa Barat, mengaku sudah berulangkali ditilang Polisi. Tak
jarang mereka mengaku harus membayarkan sejumlah uang kepada petugas
karena mengancam akan menyita kendaraannya.
“Ada kesan mencari-cari kesalahan. Saya
dan teman-teman  sudah berkali-kali ditilang,” jelasnya.
Akhir pekan
lalu, dia mengaku dimintai uang Rp 1 juta oleh petugas lalu lintas. Itu 
hanya karena dia tidak membawa STNK.
“STNK saya hilang dan sudah ada
keterangan resmi dari kepolisian Jawa Barat. Saat ini STNK masih
diproses,”  katanya. 
Saat itu dia diberhentikan oleh petugas di
perempatan Koramil Borobudur. Para penumpang harus terganggu jadwal
kunjungannya karena kasus ini.
Saat itu polisi mengancam akan menahan
kendaraan.  “Padahal saat itu kunjungan harus segera dilanjutkan ke
Jogja,” jelasnya. 
Alhasil, dia terpaksa  harus menyerahkan uang sesuai
permintaan petugas. Itu demi wisatawan agar tetap nyaman.
Bagaiman tanggapan polisi? Kasat Lantas
Polres Magelang AKP Maryadi yang dihubungi mengaku belum mengetahui
adanya hal itu. Ia akan memanggil anggotanya lebih dulu.
“Coba saya cari informasi terlebih
dahulu. Nanti akan saya panggil petugas yang di wilayah Borobudur,
supaya kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” katanya. (Radarjogja/Adm).

No More Posts Available.

No more pages to load.