Kasus Jessica Jadi Sorotan Publik, KY Ingatkan Hakim Cerdas Dalam Pimpin Persidangan

oleh -58 views
Sidang Jesica (Ilust)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Peliknya pengungkapan kasus pembunuhan
Wayan Mirna Salihin yang diduga dilakukan Jessica Kumala Wongso membuat
kasus itu menjadi sorotan publik. Tak jarang, masyarakat sengaja datang
jauh-jauh ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menyaksikan jalannya
sidang secara langsung. 
Juru bicara Komisi Yudisial, Farid Wajdi mengingatkan majelis
hakim untuk lebih cerdas dalam memimpin persidangan. Terlebih, bukan
hanya masyarakat awam yang menonton sidang itu, tetapi juga kalangan
profesional seperti para advokat.

“Saat ini, perhatian publik terhadap perkara ini semakin banyak yang
melakukan, termasuk penyampaian pelaporan kepada kita baik terbuka
maupun tertutup dalam bentuk pemberian informasi. Tentu hakimnya
mestinya harus lebih cerdas lagi dalam memimpin persidangan,” kata Farid
saat dihubungi seperti dikutip dari Okezone, di Jakarta, Selasa (20/9/2016). 
Perlu diketahui, pelaporan terhadap hakim sidang Jessica sudah
terjadi kedua kalinya. Laporan pertama dilakukan oleh kubu terdakwa
Jessica dan ditujukan kepada hakim anggota, Binsar Gultom karena
dianggap sangat aktif mencecar saksi dan ahli. 
Saat disinggung soal tanggapannya mengenai jajaran majelis hakim
di sidang Jessica, Farid enggan berkomentar. Namun, ia menyarankan agar
hakim bisa memperhatikan tutur katanya saat memimpin persidangan. 
“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa proses yang ada,
hakim semestinya tidak boleh bicara atau berbicara di luar putusannya.
Artinya begini, hakim tidak boleh mengomentari memberikan keterangannya
terhadap perkaranya sendiri maupun orang lain di luar proses
persidangan,” ujarnya. 
Baca juga; JPU & Penyidik Sidang Jessica Akan Dilaporkan ke Mabes Polri, Ini Tanggapan Pihak JPU …
Namun, Farid enggan berkomentar banyak soal para hakim yang
dinilai melanggar etika di persidangan itu. Terkait kemungkinan jajaran
hakim tersebut untuk diganti, KY ternyata tak punya wewenang untuk
melakukan hal itu. 
“Kalau laporan yang menyatakan (sikap) yang bersangkutan, yang
pertama jika terkait dengan proses pergantian anggota majelis itu bukan
kewenangan Komisi Yudisial, lalu kemudian yang kedua menyangkut
yangbersangkutan kami tidak ingin mendahului proses pemeriksaan di
Komisi Yudisial tentu setelah proses persidangan nanti selesai akan
terjawab semuanya,” tandas dia. (*).

No More Posts Available.

No more pages to load.