Kapolri: Tolak TNI Diberi Kewenangan Full Dalam Ops Penumpasan Terorisme, Namun Tidak Masalah Jika TNI Dilibatkan Dalam Operasi Penumpasan Teroris

oleh -
JAKARTA, SriwijayaAktual.com 
Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak mempermasalahkan jika TNI
membantu dalam operasi penumpasan terorisme seperti operasi Tinombala di
Poso. Intinya, lanjut Tito, harus sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
masing-masing.
Yang menjadi permasalahan jika terjadi kesalahan dalam penindakan terhadap terduga teroris. Nantinya, dikhawatirkan akan timbul abuse of power
jika TNI dilibatkan dalam penanggulangan terorisme seperti draf revisi
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana
terorisme.
“Kalau doktrin dari teman-teman TNI umumnya yang saya pahami kill or to be kill.
Salah-salah nanti bisa terjadi abuse of power, resikonya tinggi.
Apalagi korban meninggal oleh aparat. Nanti rentannya bisa digugat ke
pelanggaran HAM. Kalau konteks penegakan hukum seperti kasus Poso
(gabungan TNI-Polri), fine. Karena semua langkah dan tata caranya sudah
dilindungi operasi penegakan hukum kepolisian,” kata Tito di Kompleks
Mabes Polri, Jumat (22/7/2016).
Jika TNI harus diberikan kewenangan melakukan penanggulangan
terorisme secara menyeluruh, kata Tito, maka harus dibangun dahulu
kemampuan indentifikasi di internal.
“Kalau dia (TNI) mau kuat berarti kan mesti ada labfor, harus ada
kemampuan identifikasi, DVI, medical examination legal. Nah, berarti kan
harus dibangun lagi kemampuan seperti ini. Padahal di polisi sudah ada.
Belum lagi pertanggungjawaban hukumnya. Jika penyelidikan salah. Jadi
suatu kewenangan yang kita dapatkan harus dipertanggungjawabkan risiko
ke depannya,” ungkapnya.
Sebelumnya, dalam Pasal 43 B Ayat (1) RUU Pemberantasan Tindak Pidana
Terorisme menyatakan, kebijakan dan strategi nasional penanggulangan
terorisme, TNI diberi kewenangan untuk menyelenggarakan penanggulangan
terorisme. Sementara, dalam Ayat 2 disebut bahwa TNI hanya memberikan
bantuan kepada Polri. (udin.kb)

No More Posts Available.

No more pages to load.