Kamu Harus Baca, Alasan Kenapa Orang Pintar Susah Mendapatkan Pacar

oleh -

Kamu masih sulit menemukan pacar? Kamu sudah memperbaiki penampilanmu namun tetap saja tidak ada yang mendekati. Emmm, bisa jadi karena kamu terlalu pintar atau cerdas. Lah!

“Cinta ini kadang-kadang tak ada logika” – Agnes Monica

Iya loh, sebagaimana dilansir dari laman lifehack.org, sebuah penelitian yang dilakukan di University of Western Australia  mengatakan bahwa orang-orang yang terlalu pintar atau cerdas dirasa kurang menarik.

Memang sih, beberapa orang pasti akan suka dan kagum pada orang-orang yang pintar, tapi kekaguman ini hanya sebatas kekaguman biasa. Bukan kekaguman yang menyebabkan seseorang jatuh cinta.

Selain itu, studi yang dilakukan para ahli menyebutkan jika kepintaran seseorang bukan daya tarik yang paling utama. Studi yang dilakukan pada 200 pria dewasa menemukan jika wanita pintar memang menarik hati.

Namun, kalau untuk menjalani hubungan yang lebih serius wanita pintar cenderung dihindari karena ini dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan dalam hubungan.

Selain itu, penelitian itu juga mengungkapkan bahwa pria yang memiliki pasangan lebih pintar darinya akan membuat dirinya jadi kurang percaya diri. Padahal, saat menjalani hubungan umumnya pria ingin jadi pihak yang lebih mendominasi.

Kebanyakan orang mengamini stereotip yang salah! Orang yang suka baca buku dianggap membosankan

Zaman sekarang orang semakin jarang membaca buku, mereka lebih nyaman membaca caption kutipan Tere Liye di timeline. Maka sejatinya kamu nggak perlu heran kalau orang-orang sering terjebak pada stereotip yang salah, orang yang baca buku sealu diidentikan dengan ‘kutu buku’, dan kutu buku selalu dikaikan dengan pribadi yang membosankan.

Padahal kenyataannya lain, hanya karena suka baca buku bukan berarti kutu buku yang membosankan. Mereka hanya nggak mengenalmu saja. Mereka belum tahu saja bahwa kamu pribadi yang asik dan menyenangkan.

Karena sibuk dengan duniamu sendiri, orang mengira kamu pribadi yang nggak asyik diajak berbagi. Padahal dirimu pun ada sisi menyenangkannya

Kamu cenderung lebih suka untuk membunuh waktu dengan menyendiri membaca buku daripada kongko nggak jelas tak faedah. Hal inilah yang membuatmu keulitan mencari sosok yang pas, karena kamu kurang bersosial.

Karena itulah, kongko bareng teman sesekali justru perlu, karena biasanya dari sanalah kamu mengenal orang baru – yang barangkali adalah jodohmu.

Kamu jarang menemukan seseorang yang jalan pikirannya menarik hati. Menurutmu orang cenderung membicarakan hal receh yang kurang dirimu sukai

Jalan pikiran dan wawasan orang berbeda-beda. Kamu cenderung malas membicarakan hal yang remeh-temeh, sedangkan kebanyakan orang berlaku sebaliknya.

Seringkali lawan jenismu jarang ada yang bisa mengimbangimu. Inilah yang terkadang menjadi hambatanmu dalam menemukan sosok yang pantas. Namun kamu hanya perlu belajar pelan-pelan untuk menerima kenyataan itu dan pelan-pelan beradaptasi dengan hal tersebut

Terlampau dominan kadang tak selamanya baik. Cobalah untuk sedikit mengalah dan mengurangi berbicara dengan menjadi pendengar

Kadang, niat baik nggak selamanya diterima dengan baik. Kamu yang kritis dan berwawasan luas acap dibilang sok karena kecakapanmu dalam segala hal. Begitulah hidup, akan selalu ada orang yang nggak menyukaimu.

Maka dari itu baiknya kamu mesti menahan diri, bijaksana dalam memilih momen kapan kamu mesti dominan. Karena orang kadang juga ingin didengarkan, berikan lawan jenismu kesempatan untuk menunjukan dirinya dihadapanmu. Buat ia dihargai niscaya ia akan nyaman berada disisimu.

Orang pintar sering dianggap sebagai orang yang kaku dan inilah kadang yang menjadi penghambatmu dalam memperoleh cinta sejati. Namun semua nggak sepenuhnya salah orang lain, kamu juga butuh mengevaluasi diri sendiri.

Jangan khawatir, jodoh pasti berlalu. Percayalah cinta dan hubungan hanya perkara waktu jikalau senantiasa berusaha dan berdoa.

No More Posts Available.

No more pages to load.