Kalian Sering Kram Otot saat Tidur? ayo…Kenali Penyebabnya!

oleh -

Roda Duniawi – Kram otot memang kerap terjadi. Kondisi ini merupakan kontraksi otot yang tidak terkendali atau menyerupai kejang yang terjadi secara tiba-tiba dan terasa sangat menyakitkan.

Hal ini biasanya terjadi di otot betis dan umumnya berlangsung selama hitungan detik bahkan beberapa menit. Namun, mungkin juga keluhan ini muncul di paha atau kaki.

Kalangan yang kerap mengalami kram otot biasanya lansia (70 persen). Namun, kelompok usia lain seperti anak-anak hingga dewasa pun bisa kena kram otot, tak terkecuali atlet.

Nah, kram otot juga bisa terjadi saat tidur pada malam hari. Salah satu penyebabnya adalah posisi tidur itu sendiri.

Saat tidur, posisi lutut sedikit tertekuk dan kaki sedikit menghadap ke bawah. Pada posisi ini, otot betis relatif memendek dan lebih rentan kram.

Kalian Sering Kram Otot saat Tidur? ayo...Kenali Penyebabnya!

Ketika otot betis dalam keadaan memendek, kontraksi akan semakin menyebabkan otot tersebut kram. Berikut ini beberapa faktor risiko kram otot saat tidur:

  1. Jarang Melakukan Peregangan Otot

Beberapa peneliti berteori, gaya hidup modern menuntut seseorang harus rajin melakukan peregangan otot.

Nenek moyang dulu diketahui lebih banyak beraktivitas fisik sebagai bagian dari peregangan otot.

Artikel Menarik Lainya!:   Pancake Apel

Sementara, kehidupan masa kini dengan segala kemudahannya membuat aktivitas fisik orang-orang menjadi berkurang. Bahkan, jadi cenderung malas!

Banyak orang yang mengadaptasi gaya hidup sedenter, yaitu lebih banyak duduk dan minim olahraga.

Kebiasaan tidak sehat ini dapat mengurangi kelenturan otot. Akibatnya, bisa menyebabkan kram pada momen tertentu.

  1. Salah Posisi

Banyak para ahli mengamati, ketika Anda berbaring telungkup saat tidur, kaki berada dalam posisi yang terlalu miring. Inilah yang membuat otot tertarik.

Ketika posisi kaki seperti ini bertahan dalam waktu lama, gerakan kecil pun bisa memicu kram otot.

Duduk atau berbaring dengan cara tertentu yang membatasi gerakan atau aliran darah ke kaki, seperti mengistirahatkan satu kaki di atas kaki lainnya atau menyilangkan kaki, dapat menyebabkan kram.

  1. Dehidrasi

Seorang peneliti di Jerman mengklaim, ada beberapa bukti dehidrasi meningkatkan risiko kram otot di malam hari. Ini karena kondisi ini dapat meningkatkan ketidakseimbangan elektrolit dalam darah.

Ada pola musiman yang jelas dalam frekuensi kram otot. Jumlahnya lebih tinggi saat musim panas dan lebih rendah pada musim dingin.

Artikel Menarik Lainya!:   Tak Perlu Diperbesar, Ini Cara Alami untuk Tingkatkan Kemampuan Ereksi Mr P

Hal ini menunjukkan, panas dan mungkin juga keseimbangan cairan memiliki pengaruh pada kram otot.

  1. Berolahraga Terlalu Keras

Berolahraga terlalu keras dalam jangka waktu lama kerap dikaitkan dengan terjadinya kram otot.

Aktivitas fisik berlebihan dapat memicu kelelahan dan kram otot di serat otot yang terlalu banyak bekerja.

Selain dengan menjaga hidrasi tubuh, belum ada metode lainnya yang manjur untuk mencegah kondisi ini.

  1. Usia yang Lebih Tua (Lansia)

Pertambahan usia juga cenderung menjadi faktor risiko kram kaki di malam hari.

Sebuah ulasan dalam jurnal BMC Family Practice mencatat hingga 33 persen orang di atas 50 tahun mengalami kram kaki nokturnal kronis atau kram kaki saat tidur malam hari.

  1. Kehamilan

Beberapa pendapat ahli juga mengaitkan hubungan antara kehamilan dan kram otot di malam hari.

Hal ini sangat mungkin terjadi karena meningkatnya kebutuhan nutrisi, serta perubahan atau fluktuasi kadar hormon dalam tubuh selama kehamilan.

  1. Efek Samping Pengobatan

Banyak obat mencantumkan kram otot sebagai efek samping. Beberapa di antaranya berhubungan langsung dengan kram kaki yaitu:

  • Sukrosa besi intravena.
  • Naproxen.
  • Raloxifene.
  • Levalbuterol.
  • Albuterol atau ipratropium.
  • Estrogen terkonjugasi.
  • Pregabalin.
  1. Kondisi Medis Tertentu
Artikel Menarik Lainya!:   Suami, Yuk Tukeran Tugas Sehari Saja, Agar Kau Tak Pernah Lagi Meremehkan Pekerjaan Kami

Beberapa kondisi medis kronis juga dapat membuat seseorang lebih berisiko mengalami kram kaki kronis.

Contohnya, penyakit kardiovaskular, diabetes, gagal ginjal, gagal hati, hipotiroidisme, osteoarthritis, dan kerusakan saraf.

  1. Kekurangan Nutrisi

Ada bukti yang menguatkan, kekurangan kalsium, magnesium, dan ketidakseimbangan potassium bisa menyebabkan kram otot.

Masing-masing elektrolit ini dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam darah dan otot. Tak heran bila kekurangan zat-zat tersebut dapat mengakibatkan kram otot.

Kendati demikian, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana nutrisi ini memengaruhi kram secara langsung.

Mengalami kram kaki hanya sesekali di malam hari itu normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Pengobatan rumahan dapat membantu, seperti meregangkan kaki atau memijat otot yang tegang agar lebih relaks.

Untuk mencegah kram otot, coba konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan lakukan peregangan ringan setiap pagi hari.

Namun, bila Anda sering kram otot malam hari dan sangat mengganggu, segera temui dokter untuk diagnosis dan terapi yang lebih lengkap. (FR/AYU/klikdokter)