JK; Keluarnya Inggris Dilandasi Kerinduan Sejarah Panjang

oleh -

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (Ist)

JAKARTA, SriwijayaAktual.comInggris telah dipastikan hengkang dari Uni Eropa
setelah melakukan referendum dengan hasil kemenangan bagi kubu British
Exit (Brexit). Kepastian hengkang tersebut usai hasil referendum sebesar
52 persen memilih untuk keluar dari Uni Eropa, sedangkan 48 persen
memilih bertahan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kemenangan kelompok pro-Brexit
dalam referendum Inggris (UE) dilatarbelakangi kerinduan mereka pada
sejarah.
“Kalau historisnya, saya kira Inggris sebagai negeri yang banyak
menguasai wilayah di dunia ini, merasa kurang merdeka di bawah Uni
Eropa, meskipun tidak masuk Euro zone,” kata Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di kantornya, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Artikel Menarik Lainya!:   Atasi Disfungsi Ereksi bersama buah alphukat

JK memaklumi kemenangan pro-Brexit dirayakan seperti hari kemerdekaan
bagi masyarakat yang mendukung Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Namun, kata JK, keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan berdampak
negatif pada sektor ekonomi dan perdagangan antara keduanya yaitu
Inggris dan Uni Eropa.
“Keluar mungkin lebih nasionalistik (bagi Inggris), tapi proteksi pasti meningkat di kalangan mereka (UE),” kata dia.

Selama ini, sebagai anggota Uni Eropa, Inggris menikmati perdagangan
bebas dengan 27 negara-negara Eropa lainnya secara gratis tanpa tarif
yang mengkhawatirkan serta pajak ekspor impor.

Sedangkan, investor asing di Inggris juga bakal lebih tidak percaya
diri. Sebab, mereka tak akan bisa menanamkan modalnya di negara-negara
Uni Eropa. “Buktinya, investasi di Inggris dari asing sekarang mulai
menurun karena mereka tidak bisa masuk Eropa, lalu terjadilah
saham-saham yang jangkauannya luas menjadi negatif,” pungkas JK.

Artikel Menarik Lainya!:   WADUH !!! Ternyata Pungli e-KTP Masih Marak di 12 Provinsi Ini, Coba Simak Apakah Termasuk Sumsel?

Sebelumnya, BBC, Sky TV, maupun ITV mengumumkan hasil referendum
berupa kemenangan kelompok pendukung Britania Raya keluar dari Uni
Eropa. Dukungan bagi kubu pro-Brexit mencapai 52 persen, sedangkan suara
rakyat memilih bertahan 48 persen.

Pada Jumat (24/6/2016) pagi waktu setempat, nilai Tukar Poundsterling
telah anjlok ke level terendah 30 tahun terakhir. Demikian pula indeks
saham gabungan Inggris, yang rata-rata turun 7,5 persen.
Hasil perhitungan suara masuk dari 335 kawasan, sudah 95 persen dari
total tempat pemungutan suara. Kemungkinan kelompok ‘bertahan’ menang
sangat tipis.

Ketua Pelaksana Referendum, Jenny Watson, mengatakan ada total 33
juta suara yang masuk. Artinya tingkat kehadiran pemilih dalam
referendum ini sebesar 72 persen.
Hasil referendum itu akan membuat Inggris menarik diri dari keanggotaan UE setelah bergabung selama 43 tahun.
Inggris menjadi negara pertama yang keluar dalam sejarah 60 tahun keberadaan kelompok Eropa itu. (Adm)

Artikel Menarik Lainya!:   Trik Mudah Membuat Bibir Merah Menawan Secara Alami

Sumber, Merdeka.com

No More Posts Available.

No more pages to load.