Jimly: Gus Dur Mudah Saja Jadi Pahlawan Jika Tak Jadi Presiden

oleh -

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan
Jimly Asshiddiqie mengatakan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kemungkinan
sudah menerima gelar pahlawan nasional seandainya tak pernah menjadi
presiden. Pasalnya, karier Gus Dur selama dua tahun memimpin negara ini
justru memunculkan banyak polemik.

“Secara pribadi, sosok Gus Dur itu sudah sangat hebat. Bagaimana
peran dan karya dia di masyarakat dan organisasi,” kata Jimly saat
dihubungi, Kamis  (19/5/2016).

“Tapi sayangnya justru ketika jadi presiden, dia mengeluarkan dekrit lalu
bermasalah dengan parlemen. Sekarang banyak yang tak suka dan masih
terluka atas sikap Gus Dur waktu itu.” sambung Jimly

Artikel Menarik Lainya!:   7 Lembaga Pemerintah, Bentuk Koalisi Anti Perdagangan Manusia

Gus Dur adalah salah satu nama yang kerap diusulkan menerima gelar
pahlawan nasional tapi ditolak. Menurut Jimly, pemerintah menilai
pemberian gelar kepada Gus Dur akan menimbulkan kegaduhan berupa
penolakan dari kelompok yang tersakiti saat pemerintahan presiden
keempat tersebut. Menggunakan istilah “tanah kubur masih basah”, Jimly
mengatakan pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur masih menunggu momen
yang tepat.

Gus Dur terpilih menjadi presiden yang diusung koalisi partai dengan
sebutan Poros Tengah pada 20 Oktober 1999. Selama kepemimpinannya, dia
berulang kali mencopot  Menteri Kabinet Persatuan Nasional dengan
pelbagai alasan, mulai dugaan korupsi hingga ketidakcocokan kerja.

Selain itu, kebijakan politik Gus Dur terhadap Israel, Gerakan Aceh
Merdeka, dan Papua tak populer. Puncaknya adalah saat Gus Dur
mengeluarkan dekrit yang berisi pembubaran MPR dan DPR, percepatan
pemilihan umum, dan pembekuan Partai Golkar.

Artikel Menarik Lainya!:   Siapa Yang Melarang .... Kapolri Tidak Melarang Aksi Umat Islam "212", Ini Penjelasanya ....

Dewan Gelar, menurut Jimly, kesulitan memilih Gus Dur karena terikat
pada Pasal 24-a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda
Jasa, dan Tanda Kehormatan. Dalam aturan tersebut, tercantum detail
syarat umum dan khusus sosok yang layak mendapat gelar. Jimly tak
menjelaskan syarat mana yang tak cocok dengan Gus Dur.
“Undang-Undang itu memang berat, seolah-olah harus memilih orang yang
sempurna. Kan tak ada orang yang sempurna,” ungkap Jimly. (Abadikini.com/Redaksi)

No More Posts Available.

No more pages to load.