Ini Tantangan Pertamina kembangkan ladang gas Blok East Natuna

oleh -
(Ilust) 

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – PT Pertamina (Persero) terus melakukan kajian terkait potensi cadangan gas yang cukup besar di wilayah kerja (WK) East Natuna. Alasannya, perseroan menghadapi tantangan cukup besar karena adanya kandungan gas karbondioksida (CO2) yang sangat tinggi sampai 72 persen.

“Ini menjadi challenge buat kami. Tapi tidak menyurutkan Pertamina. Kami melihat potensi cadangan gas bersih yang tinggi sampai 46 TCF. Sehingga perlu dikembangan secara ekonomi serta berisiko tinggi,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro di Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Menurut Wianda, saat ini pihaknya melalui konsorsium yang telah dibentuk yakni dengan Exxonmobil dan PTTEP Thailand telah melakukan studi kelayakan di East Natuna.

Artikel Menarik Lainya!:   Fadli Zon; Minta TPFG Diperpanjang Lagi Untuk Membongkar Tuntas Testimonyi Freddy Budiman !!!

“Dalam konsorsium, Pertamina sebagai lead-nya. Sudah ada Perjanjian Principle of Agreement antara konsorsium untuk melakukan evaluasi teknis komersial dalam rangka menyiapkan PSC East Natuna. Targetnya studi kelayakan soal teknologi dan market selesai pada 2017,” jelasnya.

Sehingga, diharapkan Kementerian ESDM selaku regulator dan SKK Migas dapat segera menyelesaikan rencana PSC (Production Sharing Contract).

“Kontraknya juga masih ditunggu. Kami sebagai operator harus memikirkan bagaimana caranya supaya pengelolaan ini nantinya lebih optimal. Skema khusus apa yang ditawarkan, apakah dengan mengebor gasnya dulu atau bagaimana. Tapi harapannya, kami bisa mengembangkan blok ini,” pungkasnya. (*).

Source, merdeka.com

No More Posts Available.

No more pages to load.