Ini Pernyataan Sikap Projo, terkait Partai Baru Besutan Relawan Jokowi

oleh -


SriwijayaAktual.com  – Relawan
Jokowi yang bernaung di bawah bendera Pro Jokowi atau Projo angkat
bicara seputar kemunculan Partai Indonesia Kerja (PIKA). Meski pendiri
PIKA mengklaim sebagai relawan Jokowi ternyata komunitas Projo mengaku
tak turut serta dalam pendirian partai baru itu.
Namun demikian, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi mengatakan wajar
kalau itu dilakukan oleh sejumlah relawan dalam konteks demokrasi. “Kita
tetap menghormati  kebebasan berserikat dan berkumpul bagi setiap warga
bangsa dan itu dijamin konstitusi dasar kita.” ujar Budi Arie Setiadi, dilansir VIVA.co.id, Jumat (3 Juni 2015).

Budi menjelaskan, ada tiga hal prinsip yang harus dijawab mengenai
perlu tidaknya pendirian partai politik baru. Pertama, apakah rakyat
memerlukan partai baru atau tidak?. Kedua, apakah membangun dan
memperkuat sistem kepartaian memerlukan partai baru? Hal lain yang perlu
diperhatikan adalah apakah konsolidasi demokrasi yang efektif dan
berkualitas memerlukan kehadiran partai baru.

Artikel Menarik Lainya!:   Diduga Diracun, Husni Kamil Malik Sebelum Meninggal Sempat Serukan Audit Pilpers 2014?

Menurut Budi, tiga prinsip itu yang perlu dikupas untuk menyikapi
lahirnya PIKA ini. “Bagi kami di PROJO  yang utama  saat ini adalah
mengawal pemerintahan Jokowi dan terus mengorganisir dan bekerja nyata
untuk rakyat,”  ujar Budi.

Sebelumnya, Ketua Umum PIKA, Hartoko Adi Oetomo, mengatakan
berdirinya partai itu dilatarbelakangi keinginan kaum profesional yang
sebelumnya Golput saat pemilu, turut membangun politik yang sehat.
“PIKA didirikan kaum profesional dan orang-orang Golput yang sudah
bertaubat. Hal ini karena melihat sistem politik kita ini tidak sehat,”
kata Hartoko.

Menurutnya, pengagas partai ini awalnya tak lebih dari 50 orang
dengan latar belakang non parpol. Ia mengklaim meski baru dideklarasikan
PIKA mendapat respons positif karena melakukan jejaring dengan para
golput di seluruh Indonesia.

Artikel Menarik Lainya!:   Sedih, Menangis Tersedu-sedu, Nenek ini Ditampar di Depan Pintu Toilet

“Sampai dengan kemarin konpers sudah 34 provinsi dan 350 Kota,
Kabupaten mungkin sudah lebih dari 2.000,” kata mantan Direktur
Eksekutif Nawacita Institute ini. (Adm)

No More Posts Available.

No more pages to load.