Ini ….Penyebab Banjir Bandang di Garut

oleh -57 views
Banjir Bandang di Garut (Ist)
JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional
Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menilai banjir bandang yang
menyapu beberapa daerah di Garut dipicu Daerah Aliran Sungai (DAS)
Cimanuk yang kritis.
Kawasan Sungai Cimanuk ditetapkan sebagai DAS kritis sejak 1980-an. ”
Sungai Cimanuk sudah cukup lama semenjak sebagai DAS kritis,” ucap
Sutopo, di kantor BNPB pusat, Jakarta Timur, Rabu (21/09/2016).
Sutopo mengatakan kerusakan tersebut diakibatkan beberapa faktor. Di
antaranya banyaknya lahan pertanian yang dibangun tanpa memperhatikan
aspek konservasi tanah dan air, pemukiman penduduk yang meningkat serta
sedimentasi sungai.

“Sedimentasi lapang (sediment yield), di DAS Sungai Cimanuk per tahunnya mencapai 6.350 ton per kilometer persegi,” kata dia.
Dengan kondisi seperti itu, dalam setahun sebanyak 12,7 juta meter
kubik sedimen terdeposisi ke Laut Jawa. Kondisi itu jauh lebih parah
daripada sedimentasi Sungai Gangga, India.
“60 kali lebih buruk ketimbang Sungai Gangga,” ucap dia.
Berdasarkan data yang diperoleh Sutopo, luas lahan pertanian di
sekitar aliran Sungai Cimanuk mencapai 18 persen dan lahan untuk tambak 4
persen. Adapun lahan untuk perkebunan mencapai angka 31 persen.
Sedangkan lahan untuk pemukiman warga tercatat mencapai 5 persen.
Meski begitu, kepadatan penduduk itu terus meningkat dalam beberapa
tahun.
“Pada 1995, penduduk di DAS Sungai Cimanuk tercatat 3,8 juta jiwa. Pada tahun ini, diperkirakan 5 juta jiwa,” ujar dia.
Bukti kerusakan DAS Sungai Cimanuk juga tercatat dalam disertasi
mengenai sungai-sungai di Pulau Jawa yang dia buat. Dengan parameter
hidrologi Koefisien Rezim Sungai (KRS), Sungai Cimanuk menempati posisi
terburuk
KRS dihitung dengan memperbandingkan debit maksimum dengan debit
minimum air sungai. Untuk kategorisasinya, KRS diukur menggunakan tiga
skala.
“Suatu DAS dikatakan baik jika KRS-nya kurang dari 40, kategori sedang 40-80, dan buruk lebih dari 80,” ujar dia menjelaskan.
Berita Terkait; AMPUN !!! Ya Alllah SWT, Banjir Bandang Besar-Besaran dan Tanah Longsor di Garut; Menggugah Bathin Setiap Insan
Berdasarkan perhitungan KRS, Sungai Cimanuk mendapat nilai 713. Nilai
tersebut lebih tinggi dibanding Sungai Bengawan Solo (nilai 541), Sungai
Brantas (nilai 205), Sungai Ciujung (nilai 189,5), Sungai Serayu (nilai
165), Sungai Cisadane (nilai 143), Sungai Citandui (nilai 111) dan
Sungai Citarum (nilai 92). (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.