Ini …. KPK RI Beberkan Kronologis OTT Hakim Tipikor Bengkulu

oleh -

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) Yuyuk Andriati membeberkan kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT)
Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang berinisial JP (Janner Purba), Hakim PN
Kota Bengkulu berinisial T (Toton), Panitera PN Kota Bengkulu
berinisial BAB (Badaruddin Amsori Bachsin) yang diduga menerima suap
dari terdakwa berinisial SS (Syafri Syafi’i) yang merupakan Mantan
Kepala Bagian Keuangan RS M Yunus, dan terdakwa berinisial ES (Edi
Santroni) yang merupakan Mantan Wakil Direktur Keuangan RS M Yunus.
Tindakan suap itu diduga untuk mempengaruhi putusan atas kasus Korupsi
di RS M Yunus Bengkulu yang akan di persidangkan besok.

“Kronologis OTT yang dilakukan kemarin, pada tanggal 23 mei 2016. Tim
Satgas Penyelidik dan Penyidik KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan
terhadap lima orang mulai pukul 15.30 WIB hingga 20:45 di beberapa
lokasi di Bengkulu,” ungkapnya, dalam konferensi pers di Gedung KPK,
Jakarta, Selasa, (24/5/2016).

Artikel Menarik Lainya!:   Pesan Broadcast Permen Jari Gempar Gaduhkan Warga Ponorogo

Tim penyelidik dan penyidik KPK kemudian mengamankan lima orang dalam OTT tersebut.
“Kelima orang tersebut adalah JP (Jenner Purba) selaku Ketua
Pengadilan Negeri Kepahiang Provinsi Bengkulu, T (Toton) selaku Hakim di
Pengadilan Tipikor Provinsi Bengkulu, BAB (Badaruddin Amsori Bachsin)
selaku Panitera Pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Bengkulu, ES
(Edi Santroni) selaku Mantan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD M
Yunus Bengkulu, dan SS (Syafri Syafi’i) selaku Mantan Bagian Kepala
Keuangan RSUD M Yunus Bengkulu,” tambahnya.

Dalam OTT itu, tim penyelidik dan penyidik menyita alat bukti berupa uang sejumlah Rp 150 Juta.
“Uang tersebut disita, usai terjadi penyerahan uang dari SS kepada JP
di jalan sekitar PN Kepahiang Bengkulu. Usai penyerahan itu, keduanya
kemudian pulang ke rumah masing-masing, tim KPK bergerak ke rumah dinas
JP dan mengamankan JP beserta uang sejumlah Rp 150 juta,” kata Yeye.

Artikel Menarik Lainya!:   Bidan Gadungan Tamat SMP Tarik Paksa Kepala Bayi Hingga Putus,Putus

Setelah melakukan pemeriksaan 1 kali 24 jam pasca penangkapan, KPK
telah melakukan gelar perkara dan memutuskan untuk meningkatkan status
penanganan perkara ke penyidikan sejalan dengan penetapan lima orang
tersangka, yaitu sebagai pemberi adalah ES dan SS disangkakan melanggar
pasal 6 ayat 1 atau pasal 5 ayat 1 huruf a atau hruf b dan atau pasal 13
UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 juncto
pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana juncto pasal 64 ayat 1 KUH Pidana.

Sebagai penerima, JP dan T disangkakan melanggar pasal 12 huruf a
atau huruf b atau huruf c atau pasal 6 ayat 2 atau pasal 11 UU 31 tahun
1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20 tahun 2001 juncto pasal 55
ayat 1 ke 1 KUH Pidana juncto pasal 64 ayat 1 KUH Pidana.

Artikel Menarik Lainya!:   Bupati: Perlunya Dukungan Kualitas SDM Upaya Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Dan untuk tersangka BAB disangkakakan melanggar pasal 12 huruf a
atau huruf b atau huruf c atau pasal 6 ayat 2 atau pasal 5 ayat 2 atau
pasal 11 UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001
juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana juncto pasal 64 ayat 1 KUH
Pidana,” tandasnya. (Nusantaranews.co/Admin)

No More Posts Available.

No more pages to load.