Ini Kisah Bu Guru Asal Aceh Berpuasa di Wilayah Katolik Flores

oleh -
Foto; Ernawaty dan Rizhka Surya Ningsi (Tengah), bersama para muridnya SMA Negeri 2 Ruteng di Beokina. (Suara Pembaruan)
Ruteng-Manggarai-NTT, SriwijayaAktual.com Ernawati adalah
guru Sekolah Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Terpencil (SM3T)
yang ditempatkan di SMA Negeri 2 Rahong Utara di Beokina, Kabupaten
Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketika Ramadan tiba, Ernawati bersama teman seprofesi Rizhka Surya
Ningsih yang juga berasal dari Tanah Rencong atau Provinsi Aceh,  merasakan pengalaman unik
dan jauh berbeda dibandingkan suasana bulan puasa di kampung halamannya.
Berikut kisah Ernawati yang baru 3  bulan bertugas di Manggarai, seperti yang dilansir  Beritasatu.com (11/6/2016).

Tanggung jawab sebagai guru SM3T adalah panggilan dan pilihan
hidup saya, dan pada hari-hari puasa ini harus saya lewati jauh dari
sanak keluarga.

Mimpi menjadi orang yang berguna bagi bangsa mengalahkan egoisme
pribadi untuk bisa selalu dekat dengan keluarga di setiap Ramadan, dan
itu adalah cita dan perjuangan saya.

Pengalaman berpuasa bersama teman
seiman (Rizkha Surya dari Aceh, Ana Lglila, Helmi Harimurti Andaika dari
Jawa Tengah, Nova Dwi Demantoro, Mery Listianah dari Jawa Timur ),
sangat sesuatu sekali bagi kami di Beokina, desa Golo Langkok, Kecamatan
Rahong Utara, Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur yang mayoritas
penduduknya beragama Katolik. Ini pertama kali kurasakan, sejak tiga
bulan yang lalu ketika ditempatkan di SMA Negeri ini sebagai guru.

Artikel Menarik Lainya!:   Petrokimia Gresik Klaim Sudah Kantongi Izin Menjual Produk Pupuk Urea non Subsidi

Hingar bingar nuansa Ramadan yang biasa kita dengar melalui media
massa baik televisi, radio, maupun surat kabar, kini kurang kami
rasakan. Bahkan aku pun harus merasakan tinggal di lingkungan yang
sangat kurang dalam hal menunjukkan aura Ramadan. Tentu hal ini sangat
berbeda seperti dirasakan di tempat kami di Aceh yang dijuluki Serambi
Mekah itu, yang setiap menitnya penuh dengan puji-pujian terhadap
kehadiran Ramadan.



Ya, puasa kali ini adalah pengalaman pertama di pulau yang
dijuluki Pulau Bunga besutan bangsa Portugis, dan membuat masyarakat di
tempat ini 100 % beragama Katolik. Tentu kami merasakan jauh dari
berbagai kebiasaan keluarga semasa Ramadan, jauh dari keusilan sahabat
karib saat membangunkan sahur.



Berbagai aktivitas dan rutinitas pendidikan di sekolah ini tetap
menjadi hal yang wajib dilakukan dan tak boleh ditinggalkan, meskipun
saat ini adalah waktunya hampir libur setelah usai melaksanakan ujian
semester. Berkejar-kejaran dengan waktu sesuai tuntutan kurikulum yang
merupakan tanggungjawab sebagai seorang guru, membuat hari-hari di bulan
puasa ini sedikit memiliki nuansa berbeda.

 

Lagi pula tempat ini bukan kota tetapi kampung di Kabupaten
Manggarai NTT, menyebabkan variasi menu berbuka maupun sahur minim dan
kami terpaksa memasak sendiri. Di tempat ini tidak ada penjual makanan,
sebab budaya masyarakat Manggarai adalah engan menjual makanan, jika ada
orang asing yang datang maka wajib hukumnya untuk diberi makanan (manga
meka, manga hang = Ada tamu, ada nasi. Toe tura’s tuda, toe tombo’s
cokol = berutang untuk menjamu tamu tidak diketahui orang).



Artikel Menarik Lainya!:   WASPADALAH !!! .. Gelombang di Perairan Bengkulu Akan Dapat Mencapai 4 Meter

Jauh berbeda dengan kondisi masyarakat Aceh. Ramadan benar-benar
menjadi bulan penuh berkah bagi pedagang makanan dan minuman. Berbagai
menu tradisional hingga modern tersedia dengan berbagai variasi. Bahkan
sudah menjadi rahasia umum bagi para pemburu kuliner Ramadan, keberadaan
pasar Ramadan pada jam-jam tertentu ternyata memberikan harga yang
sangat murah.

Sebagai orang dari Provinsi Aceh yang ditempatkan di Flores,
awalnya sangat galau bercampur cemas terutama ketika area berpikir
tentang isu SARA merebak kencang di negeri ini. Akan tetapi setelah
beberapa bulan, bahkan hari pertama berada di tempat ini, masyarakatnya
sangat welcome terhadap kami. 

Soal keyakinan itu adalah hak setiap orang, agamamu adalah
agamamu. Hal ini mungkin erat kaitannya dengan ajaran yang mereka anut
yaitu cinta kasih: “cintailah sesama seperti dirimu sendiri” yang baru
kali ini saya dalami. (Adm)

Artikel Menarik Lainya!:   Yusril Tarik Sebagai Pihak Terkait Gugatan Ahok UU Pilkada Cuti Kampanye Petahana, PD Serahkan Keputusannya ke MK

No More Posts Available.

No more pages to load.