Ini Kata Pemuda & Mahasiswa Sumsel, di Hari Lahirnya Pancasila ke-71 Tahun 2016

oleh -

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com
– Pancasila mengandung makna yang amat penting bagi sejarah perjalanan Bangsa
Indonesia. Karena itulah Pancasila dijadikan sebagai dasar negara ini. Artinya
segala tindak tanduk dari orang-orang yang termaktub sebagai warga negara dari
republik yang bernama Indonesia, haruslah didasarkan pada nilai-nilai dan
semangat Pancasila. 
Sementara itu, di Kota Palembang, Rabu (1/6/2016),
saat dikonfirmasi  SriwijayaAktual.com
tentang hari lahirnya Pancasila 1 Juni,  kepada  sesorang Advokat sekaligus  Ketua Jaringan Pemuda Sumsel, Redi Kales SH,
menanggapinya, Alhamdulillah, dengan dasar Negara Pancasila, bangsa yang
dibangun oleh bangsa yang ber-”Bhinneka
Tunggal Ika”
ini telah melalui perjuangan panjang menjadi negara yang
jumlah penduduknya terbesar kelima di dunia. 

“Masih jauh perjalanan memang untuk mencapai empat
tujuan negara yang teruang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni : 1) melindungai
segenap bangsa Indonesia, 2) memajukan kesejahteraan umum, 3) mencerdaskan
kehidupan bangsa, dan 4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”Ujarnya

Lanjutnya Redi, Untuk mencapai tujuan negara dan bangsa tersebut, sudah barang
tentu tidak akan dapat dicapai bak membalikkan telapak tangan.

“Tujuan tersebut tidak akan dapat dicapai bak turun dari langit. Tujuan itu
harus digapai melalui kerja keras dan perjuangan, bukan oleh seorang diri meski
orang itu seperti  superman yang bisa
mengatasi segala macam tantangan dan mara bahaya. Tujuan negara itu harus
dicapai melalui kerja sama superteam antara anak-anak bangsa di negeri ini.”Katanya.

Redi menambahkan, bahwa makna Pancasila
sebagai dasar Negara hendaknya tidak hanya dihafalkan saja,  akan tetapi perlu adanya wujud nyata dari
setiap warga  Negara Indonesia untuk mengimplementasikannya dalam
kehidupan sehari-hari, dimana nantinya setiap warga Negara Indonesia memiliki
rasa saling memiliki antara yang satu dengan yang lain dalam satu kesatuan
yakni NKRI. Sehingga diharapkan tidak ada lagi diskriminasi antara penduduk
yang satu dengan yang yang lain, tidak ada diskriminasi antara wilayah yang
satu dengan wilayah yang lain, yang kesemuanya menjadi satu dalam wadah Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berasaskan Pancasila.
“Dengan
moment lahirnya Pancasila Tahun 2016 ini, sebagai masyarakat Sumsel
mengharapkan pada setiap pemuda untuk dapat bangkit bersama bersatu padu untuk
membangun tanah  Sriwijaya ini, dan  mengimplementasikan  ilmu yang didapat agar berguna bagi bangsa dan
Negara.”Tandasnya Redi.
Sementara itu, secara terpisah, Presiden
Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, M.Arif Setiawan, mengatakan, Hari ini
tanggal 1 juni 2016 Indonesia kembali memperingati hari lahirnya  Pancasila. Dimana pada waktu itu bulan Juni
1945, 71 Tahun lalu lahirlah sebuah konsepsi kenegaraan yang sangat bersejarah
bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya Pancasila.
“Pancasila sebagai idiologi bangsa
Indonesia, sebagai pedoman hidup rakyat Indonesia tentu memiliki peran penting
dalam konsep pembangunan bangsa. Dimana ke 5 sila yang tertulis di Pancasila
itu sudah mengatur kehidupan kita sebagai warga negara Indonesia”ujarnya. 
Arif  mengakui, bahwa saat ini memang   banyak
rakyat Indonesia yang mengetahui  dengan
Pancasila, tetapi yang menjadi pertanyaannya,  sudah sejauh manakah  kita sebagai warga Negara  Indonesia mengamalkan dan menghayatinya.
Ketika masih banyak permasalahan sosial di negeri ini artinya kita belum
mengamalkan dengan baik setiap butir Pancasila. 

“Selain itu juga kita sama-sama ketahui Pancasila sebagai dasar negara yang
memiliki cita-cita bahwa  rakyatnya adil,
makmur dan sejahtera. Tetapi dimana kata adil dan makmur itu, saat ini rakyat
Indonesia masih banyak yang merasakan ketidakadilan dan masih banyak yang
hidupnya belum makmur.”Tuturnya.

Berharap dan bagaimana, momentum
peringatan hari lahirnya  Pancasila yang
ke-71 ini, Pemerintah dapat mengevaluasi sudah sejauh mana Pancasila diamalkan
di negeri ini dan apakah rakyatnya sudah merasa adil, makmur dan sentosa.”Tandasnya
Arif. (Art).

Artikel Menarik Lainya!:   Lurah dan Camat, Takut Temui Pemindah Makam-Jenazah Istrinya ke Rumah

No More Posts Available.

No more pages to load.