ICMI; Negara-Negara Pasifik Usik Papua Barat, Diduga Ada Misi Politik …..

oleh -
Ist; Aparat TNI AD Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif)
323/Darma Putra (DP) Raider berjaga-jaga di pos masuk perbatasan RI-PNG,
Skouw, Kota Jayapura, Papua, (17/92015). @antara  
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta
pemerintah menindak tegas negara-negara pasifik yang melakukan tindakan
provokatif dengan menyerukan kebebasan bagi Propinsi Papua Barat.
Pemerimtah dirasa sudah sewajarnya mengirimkan nota peringatan kepada
semua negara tersebut.

“Bahkan jika perlu, para Duta Besar negara
itu dipanggil oleh Presiden untuk menjelaskan pernyataan tersebut,”
kata Wakil Ketua ICMI, Priyo Budi Santoso di Jakarta, Kamis (29/9/2016).

Priyo
menduga, ada misi politik terselubung dibalik pernyataan provokatif
tersebut. Salah satunya adalah agar PBB melihat buruk, lalu mendukung
kemerdekaan Papua Barat seperti yang diinginkan beberapa negara. Atas
hal itu, Priyo mengingatkan, agar keamanan di perbatasan Papua Barat
semakin ditingkatkan.

Artikel Menarik Lainya!:   Dibalik Pemberhentian Menteri ESDM Arcanda Tahar, Ada Freeport?

“Lagipula, menurut wakil Indonesia di PBB
saat itu, Nara Masista Rakhmatia, tak ada agenda pembahasan mengenai
Papua Barat karena saat itu agenda yang dibahas adalah soal tujuan
pembangunan berkelanjutan dan respons global terhadap perubahan iklim.
Patut dipertanyakan, apa motivasi mereka memunculkan masalah Papua Barat
dalam forum tersebut,” ucap Priyo.

Laporan itu, kata Priyo,
jelas bermotif politik yang dirancang untuk mendukung kelompok-kelompok
separatis di provinsi tersebut (Papua Barat dan Papua). Apalagi,
kelompok sparatis tersebut telah secara konsisten terlibat dalam
menghasut kekacauan publik dan melakukan serangan teror bersenjata.

“Jadi,
sikap mereka sangat jelas telah melanggar Piagam PBB dengan mencampuri
kedaulatan negara lain dan melanggar integritas teritorialnya,” ucap
Priyo.

Artikel Menarik Lainya!:   ARB; Golkar Belum Tentu Usung Ahok Dalam Pilkada DKI Jakarta 2017
Baca Juga Ini; Meriah & Gregetnya Pelantikan MPW ICMI Sumsel Periode 2016-2021

Seperti diketahui, negara-negara di Kepulauan Pasifik
terang-terangan mengusik dan ikut campur urusan dalam negeri Indonesia.
Negara-negara itu di forum PBB menyerukan kebebasan bagi Papua Barat
untuk menentukan nasibnya sendiri.

Ada enam negara yang
menyerukan kebebasan bagi Papua Barat, yakni Kepualauan Pasifik-Vanuatu,
Solomon Island, Tonga, Nauru, Marshall Island, dan Tuvalu. Mereka
dengan blak-blakan menyatakan keprihatinan tentang pelanggaran hak asasi
manusia (HAM) di Papua. (*).

Sumber, Republika.co.id

No More Posts Available.

No more pages to load.